Vaksinasi rabies pada HPR di wilayah BB Agung, Negara. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Anak anjing yang menggigit satu keluarga di Baler Bale Agung, Jembrana, dinyatakan positif rabies setelah sampel otaknya diperiksa di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Hasil pemeriksaan tersebut diterima pada Jumat (18/9) malam. Menindaklanjuti temuan itu, tim medik veteriner (medikvet) Jembrana akan melakukan vaksinasi rabies darurat di sekitar lokasi kejadian guna mencegah penyebaran lebih lanjut sekaligus membentuk kekebalan kelompok.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengungkapkan perkembangan kasus rabies di Jembrana. Dari 5 sampel yang dikirim untuk pemeriksaan, 3 di antaranya dinyatakan positif rabies.

“Dari lima sampel yang kita kirim ke BBVet, tiga di antaranya dinyatakan positif rabies,” jelas Sugiarta saat dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Baca juga:  Pengantin Baru dan Calon Kades Wajib Jalani Tes Urine

Selain kasus di Baler Bale Agung, dua kasus positif lainnya ditemukan di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Melaya. Di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, ditemukan anjing mix berusia sekitar enam bulan yang sebelumnya menggigit seorang warga tanpa provokasi.

Sementara itu, kasus lainnya terjadi di Banjar Moding Kaja, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya. Seekor anjing lokal jantan berusia sekitar tiga tahun dinyatakan positif rabies setelah sebelumnya menyerang seorang warga.

Menurut Sugiarta, keberadaan kasus positif pada anjing usia muda menjadi perhatian tersendiri. Sebab, dari tiga kasus positif yang ditemukan berdasarkan pemeriksaan terbaru, dua di antaranya merupakan anjing yang masih berusia beberapa bulan.

Karena itu, pemilik anjing diimbau tidak menunggu sampai anjing berusia dewasa untuk mendapatkan vaksinasi. Anakan anjing yang telah memasuki usia sekitar tiga bulan dan belum mendapatkan vaksin rabies diminta segera dilaporkan kepada petugas.

Baca juga:  Segini, Capaian Vaksinasi Rabies di Tabanan

“Kami harap warga yang memiliki anakan anjing berusia beberapa bulan yang belum divaksin agar segera menghubungi kami untuk ditindaklanjuti. Dari beberapa sampel yang kita kirim dan diuji, kebanyakan anak anjing dan hasilnya positif,” ujarnya.

Masyarakat dapat menghubungi tim medikvet terdekat maupun tim siaga rabies yang ada di desa untuk mendapatkan penanganan dan vaksinasi.

Sementara terkait kasus di Baler Bale Agung, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana telah menyiapkan vaksinasi rabies emergency di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekebalan hewan penular rabies (HPR) di wilayah sekitar titik temuan.

Baca juga:  Dari Pohon Pule Keramat Tumbang hingga Hampir 75 persen Tambahan Kasus COVID-19 Disumbang 3 Zona Merah Ini

Sugiarta menjelaskan, anjing yang akhirnya dinyatakan positif tersebut sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi. Saat petugas melakukan vaksinasi rabies di lapangan, anjing tersebut tidak dapat dilayani karena petugas tidak bertemu dengan pemiliknya dan rumah dalam kondisi kosong.

“Yang di Baler Bale Agung jadi kasus pertama. Karena tahun ini belum ada ditemukan kasus di wilayah sana,” tandasnya.

Dinas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan vaksinasi, terutama terhadap anjing yang masih berusia muda. Selain vaksinasi, pemilik juga diminta memperhatikan perubahan perilaku anjing dan segera melaporkannya kepada petugas apabila menunjukkan tanda-tanda mencurigakan atau sempat menggigit maupun menyerang manusia. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN