
DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (18/9) sejumlah peristiwa terjadi. Dari SPBU di Jalan Tukad Yeh Aya kena sanksi Pertamina hingga harga tanah di Bali terus meningkat menjadi berita-berita yang menarik minat pembaca.
Bagi pembaca yang belum sempat membaca berita-berita ini, berikut cuplikan peristiwanya.
Tersedia juga link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.
Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online:
1. SPBU di Jalan Tukad Yeh Aya Kena Sanksi Pertamina
DENPASAR, BALIPOST.com – Operator SPBU 54.801.42 yang berlokasi di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, dikenakan sanksi oleh Pertamina setelah ditemukan pelanggaran dalam pelayanan pengisian BBM yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam keterangan tertulisnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan dua operator diberhentikan karena memberikan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, termasuk dugaan menutupi display dispenser dan tidak memberikan volume BBM sesuai nominal pembelian konsumen.
Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/09/18/582430/SPBU-di-Jalan-Tukad-Yeh…html
2. Mengular hingga ke Gelung Kori, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Macet
NEGARA, BALIPOST.com – Antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali kembali terjadi di rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Jumat (18/9). Kepadatan ini dipicu oleh akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya, yang diperparah oleh gangguan operasional akibat kondisi air laut surut.
Fenomena alam ini menyulitkan proses manuver dan sandar kapal di dermaga. Hingga Jumat sore, antrean kendaraan hendak masuk Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga Gelung Kori dan terus bertambah. Upaya memilah kendaraan barang langsung ke dermaga LCM dan beberapa ke dalam Pelabuhan juga sudah dilakukan. Hal ini memicu ketidakpastian waktu tempuh terutama untuk angkutan umum antar pulau.
Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/09/18/582537/Mengular-hingga-ke-Gelung-Kori,…html
3. Diduga Tak Bayar Setoran, Sopir Truk Dibakar Hidup-hidup
AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus pembakaran terjadi di Kabupaten Karangasem, pada Jumat (18/9). Seorang pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk inisial, IGS (21) asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, dibakar hidup-hidup.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pembakaran tersebut terjadi bermula saat terduga pelaku yang merupakan bosnya datang ke rumah korban dan menanyakan keberadaan korban karena belum menyerahkan uang setoran truk selama beberapa hari.
Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/09/18/582587/Diduga-Tak-Bayar-Setoran,Sopir…html
4. Zodiak Hari Ini, Panduan Mengambil Keputusan Penting agar Tidak Salah Langkah
DENPASAR, BALIPOST.com – Setiap keputusan besar membutuhkan pertimbangan yang matang. Hari ini, dorongan untuk segera menentukan pilihan mungkin terasa lebih kuat bagi sebagian orang. Namun, keputusan yang dibuat hanya karena emosi, tekanan dari orang lain, atau keinginan mendapatkan hasil cepat berpotensi menimbulkan penyesalan.
Astrologi dapat digunakan sebagai bahan refleksi untuk mengenali kecenderungan diri sebelum mengambil langkah penting. Ramalan zodiak bukan kepastian mengenai masa depan, melainkan hiburan sekaligus sarana untuk melihat kembali cara berpikir, perasaan, dan kebiasaan yang mungkin memengaruhi sebuah keputusan.
Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/09/18/582381/Zodiak-Hari-Ini,Panduan-Mengambil…html
5. Harga Tanah di Bali Terus Meningkat, Cok Ace: Sulit Larang Petani Jangan Jual Lahan
DENPASAR, BALIPOST.com – Terus naiknya nilai tanah di tengah derasnya arus investasi membuat upaya mempertahankan lahan pertanian di Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Di satu sisi, masyarakat didorong mempertahankan lahan sebagai bagian dari kehidupan agraris Bali. Namun di sisi lain, nilai ekonomi tanah yang terus meningkat membuat hasil pertanian sulit bersaing dengan keuntungan yang dapat diperoleh dari menjual sebagian lahan.
Dilema tersebut disoroti Ketua BPD PHRI Bali yang juga mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardana Sukawati, saat menjadi salah satu narasumber Diskusi II Festival Lentera Wacana Masyarakat Adat Nusantara di Aula Nusantara, Gedung Agrokompleks, Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Jumat (18/9).
Baca selengkapnya di https://www.balipost.com/news/2026/09/18/582525/Harga-Tanah-di-Bali-Terus…html









