Dibakar- Korban inisial, IGS 21) asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dibakar hidup-hidup oleh bosnya di rumahnya akibat tak membayar setoran. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus pembakaran terjadi di Kabupaten Karangasem, pada Jumat (18/9). Seorang pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk inisial, IGS (21) asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, dibakar hidup-hidup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pembakaran tersebut terjadi bermula saat terduga pelaku yang merupakan bosnya datang ke rumah korban dan menanyakan keberadaan korban karena belum menyerahkan uang setoran truk selama beberapa hari.

Sang bos kemudian langsung masuk ke kamar korban dan menemukan korban sedang beristirahat di kamar karena kondisi sakit selama dua hari sehingga tidak bekerja. Keduanya diduga terlibat adu argumen terkait uang setoran.

Baca juga:  Lepas dari Penjara, Pria Pengangguran Jadi Kurir Narkoba

Korban disebut hanya mampu memberikan sebagian uang dari jumlah seharusnya.

Dalam situasi tersebut, terduga pelaku tak terima karena uang yang diserahkan tidak sesuai dengan jumlah seharusnya, sehingga uang yang diberikan dilempar oleh pelaku ke lantai. Tak lama kemudian, terjadilah aksi pembakaran menggunakan pertalite yang sudah dibawa sebelumnya oleh pelaku.

Selain korban, api juga membakar bagian kamar berukuran sekitar 3×4 meter yang ditempati korban. Setelah pembakaran tersebut, korban langsung berlari keluar kamar dengan kondisi terbakar untuk mencari bantuan, beruntung salah seorang warga melihat kejadian tersebut sehingga berteriak minta tolong sebelum akhirnya warga sekitar datang ke lokasi memberikan bantuan dan melarikan korban ke puskesmas selat.

Baca juga:  744 Personel TNI Tergabung Satgas UNIFIL Dilepas Panglima TNI

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika membenarkan adanya kasus pembakaran tersebut. Kata dia, pembakaran itu dilakukan oleh bosnya sendiri masalah sewa truk. Pasalnya, pelaku pembakaran korban adalah bosnya sendiri selaku pemilik truk. Sebelum kasus pembakaran terjadi, pelaku dan korban sempat cekcok.

“Informasinya, korban ini sudah 15 hari tidak setoran kepada bosnya ini sebesar Rp8 juta rupiah. Selain itu, korban juga meminjam uang kepada bosnya sebesar Rp4 juta rupiah. Mungkin karena setoran dan uang itu belum dikembalikan, sehingga pelaku emosi dan langsung membakar korban di kamarnya,” ujarnya.

Baca juga:  Pangdam IX/Udayana Cek Anggota Satgas Pengaman Perbatasan

Santika mengatakan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar tubuhnya mencapai 40 persen. Dan korban saat ini sudah dirujuk ke RS Prof Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan penanganan secara intensif dari tim medis. “Korban masih dalam kondisi sadar,” katanya.

Menurut Santika, pihaknya telah meminta jajaran Polsek Selat menyelidiki dimana pelaku membeli pertalite untuk membakar korban. “Pelaku dengan sengaja membawa pertalite untuk membakar korban, ini sudah masuk perencanaan, kasus ini akan kita atensi,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN