Aparat melakukan olah TKP perusakan laptop di SDN 3 Antiga Kelod, Karangasem. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Perusakam sejumlah fasilitas laptop di SDN 3 Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu mulai dirasakan imbasnya oleh pihak sekolah. Persiapan untuk mengikuti akreditasi dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terancam terganggu.

Sebab, data tentang akreditasi sekolah ada pada laptop yang dirusak. Dan saat ini laptop tersebut masih berada di Polsek Manggis untuk kepentingan penanganan kasus tersebut

Kepala Sekolah SDN 3 Antiga Kelod, Ni Nyoman Budi Parwati mengungkapkan, proses belajar sampai saat ini masih berjalan seperti biasa. Dalam menjalankan kegiatan belajar, para guru masih menggunakan buku pelajaran sebagai acuan utama dalam kegiatan pembelajaran. “Khusus untuk belajar siswa tak ada masalah, semuanya berjalan lancar,” ucapnya.

Baca juga:  Belasan Sekolah di Klungkung Rawan Bencana Bentuk SPAB

Menurut Budi Parwati, meskipun kegiatan belajar berjalan lancar, administrasi sekolah yang menjadi persoalan. Pasalnya, data-data yang akan dinilai ada pada laptop yang dirusak.

Terlebih, dalam waktu dekat ini, SDN 3 Antiga Kelod dijadwalkan mengikuti proses akreditasi pada akhir September 2026.

“Dampak yang paling kami rasakan karena bulan ini kami akan mengikuti akreditasi sekolah. Meski dalam kondisi seperti ini, sekolah tetap harus mengikuti proses akreditasi sesuai jadwal. Tim asesor direncanakan turun ke sekolah untuk melakukan penilaian pada 24 hingga 30 September 2026,” katanya.

Baca juga:  2019, 7 RS Ini Terancam Berakhir Kerjasamanya dengan BPJS Kesehatan

Dia menjelaskan, di tengah situasi ini, pihak sekolah harus berpacu dengan waktu untuk kembali menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan dalam proses penilaian. Sekolah berencana mengecek kondisi hard disk untuk mengetahui apakah masih dalam keadaan baik atau mengalami kerusakan.

“Pemeriksaan belum dapat dilakukan lantaran seluruh laptop masih berada di Polsek Manggis untuk kepentingan penanganan kasus. Jika data tidak dapat dipulihkan, maka solusi terkait data-data itu, kami terpaksa membuat kembali berbagai data yang dibutuhkan,” jelasnya.

Baca juga:  Dari Istri Ditelanjangi hingga Diseret Puluhan Meter hingga Babi Guling Candra Tetap Buka

Ia menyatakan pihaknya berencana untuk mengecek hard disk laptop, namun semua laptop masih di Polsek.

Lebih lanjut dikatakannya, selain persoalan data-data untuk akreditasi, kerusakan delapan laptop juga berpotensi mengganggu persiapan maupun pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI. “Ke depan juga tentunya akan sangat berdampak pada pelaksanaan TKA siswa kelas VI. Kegiatan TKA memerlukan laptop untuk digunakan siswa kelas, termasuk untuk menunjang kegiatan pembelajaran,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN