Kompol I Made Suadnyana.(BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST com – Polsek Manggis terus melalukan proses penyelidikan untuk dapat mengungkap pelaku pengerusakan fasilitas SD 3 Antiga Kelod beberapa waktu lalu. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pihak kepolisian mulai mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah ke pelaku perusakan tersebut.

Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana, mengungkapkan, sejuah ini pihaknya memang telah mengantongi beberapa petunjuk yang mengarah ke pelaku. Hanya saja, pihaknya belum dapat membeberkan ke publik karena masih dalam penyelidikan. “Petunjuk belum bisa kami sampaikan. Kami masih sesuaikan dengan keterangan saksi. Tidak menutup kemungkinan ada saksi lain,” ujarnya, Rabu (16/9).

Baca juga:  Kapolda Bali Sebut Ini Sejumlah Alasan Personel Lakukan Pelanggaran Kode Etik hingga Pidana

Suadnyana mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mencocokkan keterangan para saksi dengan temuan di lokasi kejadian sebelum menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas aksi perusakan tersebut. Sejuah ini, sudah ada empat saksi yang telah diperiksa, mulai dari guru hingga alumni yang kerap nongkrong di sekitar sekolah tersebut.

“Kami mantapkan dulu sebelum betul-betul menetapkan tersangka, supaya tidak salah dalam mengambil langkah. Kami juga masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya saksi lain di sekitar lingkungan sekolah yang mengetahui kejadian tersebut. Kami juga masih mengecek sejumlah warga di sekitar sekolah untuk mencari informasi tambahan yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut,” katanya.

Baca juga:  Kasus Penusukan di Padangsambian Kelod Dirilis, Ini Alasan Pelaku Bertindak Nekat

Menurut Suadnyana, pihaknya memastikan aktivitas belajar mengajar di SD 3 Antiga Kelod dipastikan tetap berlangsung. Pasalnya, pihaknya telah memberikan pendampingan untuk memastikan keamanan di lingkungan sekolah agar kejadian tersebut tidak menimbulkan ketakutan bagi para siswa.

“Proses belajar mengajar tidak ada kendala. Dari Polsek memberikan pendampingan untuk keamanannya. Pendampingan tersebut dilakukan agar para siswa maupun tenaga pendidik dapat kembali menjalankan aktivitas sekolah seperti biasa tanpa merasa khawatir dengan kejadian perusakan yang terjadi,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Ugal-ugalan Geber Gas Motor di Renon, Polisi Lacak Pelaku
BAGIKAN