
SINGASANA, BALIPOST.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melakukan perawatan dan pemeriksaan terhadap 24 unit senjata api, Senin (14/9). Kegiatan yang dilaksanakan jajaran Administrasi Keamanan dan Tata Tertib tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pengamanan dalam kondisi baik dan siap digunakan sesuai ketentuan.
Perawatan senjata api meliputi pemeriksaan kondisi dan pemeliharaan secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Tabanan menjaga kesiapsiagaan petugas sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Berdasarkan data Lapas Tabanan, sarana senjata api yang dimiliki terdiri atas sembilan pistol, empat senjata bahu, 10 senapan grendel/shotgun, serta satu senjata pelontar. Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo mengatakan, kesiapan sarana pengamanan harus berjalan seiring dengan kesiapan petugas. Karena itu, seluruh perlengkapan pengamanan perlu diperiksa dan dirawat secara berkala.
“Keamanan yang baik harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dan sarana pengamanan yang memadai. Oleh karena itu, seluruh perlengkapan pendukung keamanan, termasuk senjata api, wajib dipelihara secara berkala agar selalu berada dalam kondisi optimal dan siap digunakan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Kepala Sub Seksi Keamanan Lapas Tabanan, Agung Adiwiguna menambahkan, perawatan senjata api merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari..Menurutnya, kondisi perlengkapan yang terawat akan mendukung petugas dalam menjalankan tugas pengamanan secara optimal, terutama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan pengamanan.
“Perawatan dan pemeliharaan senpi dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi dengan baik. Dengan kondisi perlengkapan yang terawat, petugas dapat melaksanakan tugas secara lebih optimal serta siap menghadapi berbagai situasi yang memerlukan tindakan pengamanan,” jelasnya.
Perawatan berkala tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung secara optimal. (Puspawati/balipost)










