Tersangka ADER ditahan di Polsek Dentim diduga terlibat kasus pencurian. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang mahasiswi, Serena (21) kehilangan HP yang disimpan di tasnya, Senin (31/8). Kasus pencurian ini saat korban asyik kepang rambut di kos temannya, Jalan  Hayam Wuruk Gang I, Denpasar Selatan. Hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap terduga pelaku berinisial ADER (19) asal NTT, beberapa waktu lalu.

Terkait pengungkapan kasus ini, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Senin (13/9) menyampaikan sebelum ke tempat kejadian perkara (TKP), korban mampir ke minimarket untuk membeli permen dan bayar pakai QRIS melalui HP. Usai bayar HP tersebut masukan ke  saku tas bagian depan.

Baca juga:  Jelang KTT G20, Pemilik Kendaraan Diimbau Tak Gunakan Knalpot Brong

Setibanya di TKP karena cuaca panas, korban minta dikepang di luar kamar. Selanjutnya rambut  korban dikepang oleh Viona. Sementara tas tersebut ditaruh  di dekat pintu, tidak jauh dari tempat duduknya. Beberapa menit kemudian keluar terduga pelaku dari  kamar  Viona. Waktu itu ADER mengatakan sakit perut dan minta minyak telon ke Viona. Saat itu korban menawarkan minyak telon ditaruh di  tasnya. Terduga pelaku disuruh buka tas bagian dalam.

Baca juga:  Diduga Lakukan Ini, Waker Puskesmas Diamankan Polisi

Namun saat terduga pelaku mengambil minyak telon tersebut, korban mendengar suara saku tas depan yang dibuka karena pakai perekat. Termasuk resletingnya juga bunyi. Pukul 18.20 Wita korban bilang sama temannya mau mengambil HP di dalam tas dan ternyata tidak ada.

“Korban dempat  tanya ke terduga pelaku karena dia yang buka tasnya terakhir.  Namun terduga pelaku mengatakan tidak tahu. Selanjutnya korban melapor ke  Polsek Denpasar Timur,” ujarnya.

Baca juga:  Sidang Paripurna Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019

Tim Opsnal Polsek Dentim dipimpin Kanitreskrim Iptu I Ketut Sudarsana  melakukan penyelidikan. Akhirnya terduga pelaku  diamankan beserta barang bukti. Saat diinterogasi, tersangka ADER akhirnya ngaku mengambil HP korban. HP tersebut lalu di-restart. Selain itu kartu SIM card dan cassing HP dibuang di pinggir wilayah Sesetan, Denpasar Selatan. “Rencananya HP milik korban tersebut dipakai sendiri,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN