Petugas berusaha memadamkan api yang terjadi di Pura Desa Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran terjadi di kawasan Pura Desa Adat Buleleng, Jumat (11/9) sekitar pukul 11.00 Wita. Api pertama kali membakar pohon beringin tua yang berada di jaba tengah pura, sebelum kemudian membesar dan merambat ke dua bangunan palinggih di kawasan pura. Api yang membakar pohon beringin tersebut semakin cepat membesar akibat hembusan angin. Kobaran api kemudian menyambar bangunan palinggih yang menggunakan atap ijuk hingga ikut terbakar.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan dua palinggih yang terbakar masing-masing merupakan Palinggih Penyarikan dan Pajenengan yang berada di bagian selatan dan barat Pura Desa. Selain itu, pohon beringin tua yang menjadi titik awal kebakaran juga ikut terbakar.

Baca juga:  Truk Tabrak Truk, Sopir Luka-luka

Menurut Sutrisna, kebakaran diduga bermula dari kawasan Sor Beringin yang berada di bawah pohon tersebut. Bertepatan dengan hari suci Tilem, terdapat kemungkinan krama melakukan persembahyangan di kawasan tersebut. Namun, Sutrisna menegaskan penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan dupa maupun sarana yang dapat memicu api, khususnya di kawasan pura. “Apinya bermula pada pohon beringin. Sekarang hari suci Tilem, mungkin ada yang maturan di Sor Beringin. Mungkin ada dupa yang tidak terkontrol,” ujarnya.

Baca juga:  Ditinggal Bersih-bersih, Dapur Terbakar

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, mengatakan Setelah melakukan penanganan selama lebih dari dua jam, petugas berhasil memadamkan api. Dalam proses pemadaman tersebut, Damkar Buleleng menghabiskan tiga tangki air yang dibantu juga oleh Perumdam Tirta Hita Buleleng dan DLH Kabupaten Buleleng.

“Kalau dilihat sementara, sumber apinya ada di pohon beringin yang kering ini. Apa penyebabnya, apakah itu dupa, kami belum bisa memastikan. Sumber api yang membesar di pohon beringin yang kering ini karena ada angin yang besar, sehingga diterbangkan ke sekitar,” jelasnya. (Yuda/balipost)

Baca juga:  Diduga Akibat Kebocoran Gas, Usaha Laundry di Tabanan Ludes Terbakar
BAGIKAN