Kawasan Pasar Anyar, Singaraja yang diusulkan direvitalisasi.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kondisi bangunan Pasar Anyar Singaraja, terutama pada lantai dua yang mengalami keretakan, mendapat perhatian serius DPRD Buleleng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng didesak segera melakukan revitalisasi pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat di Kota Singaraja tersebut.

Desakan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Buleleng, I Ketut Susila Umbara, Senin (7/9). Ia menilai keretakan konstruksi bangunan perlu segera ditangani karena berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung, khususnya yang beraktivitas di lantai dua.

Menurut Susila Umbara, revitalisasi Pasar Anyar sebaiknya dilakukan bersamaan dengan rencana penataan kawasan Jalan Diponegoro yang tengah disiapkan Pemkab Buleleng. Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat kuliner dan ruang publik baru yang terhubung hingga kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.

Baca juga:  Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Bangunan di Karangasem Roboh

Ia menilai penataan kawasan Jalan Diponegoro tidak akan maksimal jika kondisi Pasar Anyar tidak ikut dibenahi. Terlebih, kondisi konstruksi pasar dinilai sudah membutuhkan penanganan serius.

“Harusnya penataan kawasan juga dilakukan berbarengan dengan revitalisasi Pasar Anyar, karena konstruksi bangunannya sudah sangat berbahaya. Jangan sampai penataan selesai, pasarnya ambruk. Akhirnya kerja dua kali,” ujar Susila Umbara.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Pemkab Buleleng memang telah memiliki rencana untuk merevitalisasi Pasar Anyar. Rencana tersebut salah satunya didorong keluhan pedagang yang merasa khawatir beraktivitas di lantai dua akibat kondisi bangunan yang mengalami keretakan.

Baca juga:  Belasan Kelihan Banjar Adat Gagal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Namun, Sutjidra menyebut revitalisasi Pasar Anyar membutuhkan anggaran besar. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Karena itu, sebelum proyek direalisasikan, Pemkab Buleleng perlu menyiapkan kajian perencanaan sekaligus skema penganggaran. Pemkab juga akan berupaya memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Memang ada rencana ke arah sana (revitalisasi). Direvitalisasi dari selatan sampai utara. Anggaran sangat besar. Jadi perlu dibuat kajian perencanaan dan penganggaran dulu. Kami juga akan mencoba mengajukan proposal ke pusat agar dibantu,” jelas Sutjidra.

Baca juga:  Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Rumah Panggung Loloan Terus Menyusut

Selain persoalan anggaran, Pemkab Buleleng juga harus menyiapkan skema relokasi pedagang apabila revitalisasi direalisasikan. Pasalnya, Pasar Anyar saat ini menjadi tempat beraktivitas sekitar 3.000 pedagang.

Para pedagang tersebut harus direlokasi sementara selama proses revitalisasi berlangsung. Pemkab Buleleng masih mencari lokasi yang dinilai memungkinkan untuk menampung para pedagang sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan.

“Di Pasar Anyar itu kan ada 3.000 pedagang. Kalau pasarnya direvitalisasi, harus direlokasi ke mana. Ini masih kami carikan solusinya, sambil mencari celah anggarannya agar bisa direvitalisasi,” tandasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN