Gubernur Bali, Wayan Koster saat bertemu dengan sejumlah warga di sekitar Turyapada Tower. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, berencana mempercantik kawasan di sekitar Turyapada Tower yang berada di Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni merevitalisasi puluhan rumah warga agar penataan kawasan tower tertinggi di Bali tersebut terlihat lebih rapi dan estetis menjelang resmi beroperasi pada akhir tahun 2026.

Gubernur Koster, pada Senin (18/5) mengatakan, penataan kawasan sekitar Turyapada Tower menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan wisata dan ekonomi baru di Bali Utara. Karena itu, kondisi rumah warga di sekitar tower juga akan mendapat perhatian pemerintah.

Baca juga:  Penjabat Gubernur Bali Dilantik Besok

Revitalisasi tersebut rencananya mulai digarap melalui anggaran APBD Perubahan (APBD-P) Bali tahun 2026. Namun demikian, Pemprov Bali masih menghitung kebutuhan biaya yang diperlukan sebelum program dijalankan. “Kita akan hitung dulu berapa kebutuhan biaya, masih dilakukan pendataan,” katanya.

Menurutnya, saat ini Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali masih melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke lapangan terkait rumah-rumah yang akan mendapat bantuan revitalisasi. Diperkirakan, sebanyak 40 rumah warga akan masuk dalam program tersebut. “Atap kalau ada yang rusak dan ada yang belum diplester, itu akan kita bantu,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Koster akan Wajibkan Komitmen EBT Jadi Syarat Keluarnya IMB

Selain melakukan penataan fisik kawasan, Pemprov Bali juga menyiapkan langkah pemberdayaan masyarakat sekitar agar dapat menikmati dampak ekonomi dari keberadaan Turyapada Tower. Salah satunya dengan mendorong masyarakat membentuk koperasi yang nantinya dapat mengelola ruang usaha di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, generasi muda di sekitar kawasan juga akan diberikan pelatihan keterampilan sehingga memiliki kemampuan bekerja di sektor pariwisata maupun layanan kawasan wisata. “Anak-anak muda di sini akan diprioritaskan bekerja. Warung-warung juga akan disiapkan tanpa biaya sewa agar masyarakat bisa ikut menikmati manfaat ekonomi kawasan ini,” tegasnya.

Baca juga:  15 Januari, Karya Padudusan Agung di Pura Goa Lawah

Sementara itu, pembangunan Turyapada Tower saat ini telah memasuki tahap kedua. Sesuai kontrak, pengerjaan tahap ini ditargetkan rampung pada November 2026.
Tahap kedua pembangunan meliputi sejumlah fasilitas penunjang kawasan seperti planetarium, convention hall, akses jalan, hingga fasilitas gondola yang nantinya menjadi salah satu ikon utama kawasan wisata tersebut.

“Kawasan ini dirancang bukan hanya menjadi menara telekomunikasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara,” tandas Koster. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN