
BANGLI, BALIPOST.com – Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Bangli, Kamis (3/9) malam. Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 18.30 WITA di Jalan Tirta Empul, Kelurahan Kawan, Bangli. Sebuah dapur milik I Wayan Suartika (48) terbakar akibat kelalaian pada saat memanaskan air.
Peristiwa berawal saat saksi Ni Made Ridiasih (42) yang memanaskan air sempat meninggalkan dapur untuk membersihkan rumah. Saat kembali 15 menit kemudian, api sudah membesar dan menyambar kayu bakar di sekitarnya.
Api berhasil dipadamkan oleh korban dibantu penghuni kos sekitar menggunakan alat seadanya. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Tidak berselang lama, di lokasi berbeda kebakaran terjadi di sebuah warung sembako milik I Ketut Marayasa (34) di Jalan Nusantara, Desa Pengotan. Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar, I Wayan Parma (58), yang melihat api membesar dari arah warung.
Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta mengatakan berdasarkan penuturan saksi I Wayan Parma kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya keluar dari gudang untuk menyalakan lampu. Saat itu ia melihat ada api kecil di warung korban. Awalnya dikira bakar sampah tapi apinya ternyata semakin besar.
Setelah mendapat informasi itu, korban bersama warga dan perangkat desa langsung menghubungi Damkar. Sekitar 20 menit kemudian, 2 unit mobil pemadam dari Kabupaten Bangli tiba dan berjibaku memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WITA.
Usai api padam, Unit Identifikasi Polres Bangli langsung melakukan olah TKP. “Dari hasil sementara, polisi menduga kuat kebakaran dipicu oleh konsleting instalasi listrik,” jelasnya.
Peristiwa kebakaran tersebut mendapat perhatian Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra. Kapolres didampingi pejabat utama polres Bangli turun langsung ke lokasi.
Kedatangan Kapolres untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan melihat langsung kondisi korban. Setibanya di TKP, Kapolres didampingi Kapolsek Bangli dan PJU langsung meninjau puing-puing warung yang sudah hangus. Ia juga menyempatkan diri berbincang dan memberikan semangat kepada korban.
Kapolres Bangli pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan mengecek instalasi listrik secara berkala. Jangan tinggalkan rumah atau warung dalam keadaan arus listrik menyala jika tidak perlu. “Ini pelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati,” pesannya.
Kasus kebakaran tersebut kini ditangani oleh Sat Reskrim Polres Bangli untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Dayu Swasrina/balipost)










