Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (1/9) bergerak melemah 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.744 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.722 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova, dilansir dari Kantor Berita Antara, menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak menjadi 91 dolar AS per barel seiring eskalasi konflik AS dengan Iran.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Bungee Jumping Masih Beraktivitas hingga SIM Keliling di Bali

“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” ucapnya.

Pasukan AS menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026), yang menandai serangan pertama terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli. Operasi tersebut, yang dilakukan setelah periode jeda selama sebulan dalam keterlibatan militer langsung, menargetkan sistem yang disinyalir sedang disiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Tambah Konektivitas Hongkong

Sebagai respons, Sputnik mengungkapkan bahwa pasukan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap posisi militer AS di Yordania.

Sentimen lain berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS.

“Ekspektasi inflasi AS bulanan 0,39 persen dan 3,6 persen tahunan. Yield obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 5,8 bps (basis points) menjadi 4,77 persen dan 20 tahun naik 6,7 bps menjadi 5,27 persen,” ungkap Rully.

Baca juga:  Akses Wisatawan ke Tiga Pantai di Nusa Penida Dibuka Lagi, Aktivitas Berenang Dibatasi

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp17.727 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.746 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN