
DENPASAR, BALIPOST.com – Masyarakat Bali diminta tetap mewaspadai kondisi kering dalam beberapa bulan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Bali masih berada dalam periode musim kemarau hingga September dan Oktober 2026. Peluang hujan diperkirakan mulai meningkat secara bertahap memasuki November.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Gita Giriharta, mengatakan kondisi musim kemarau masih mendominasi cuaca di Bali. Kendati secara klimatologis memasuki periode penghujan pada akhir tahun, peningkatan curah hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap.
“Secara umum, Bali masih berada pada periode musim kemarau. Kondisi ini diprakirakan masih berlangsung pada September hingga Oktober, kemudian umumnya peluang hujan mulai meningkat secara bertahap memasuki bulan November,” ujarnya, Selasa (1/9).
Namun, ia mengingatkan perkembangan cuaca Bali tidak hanya dipengaruhi pola musim secara normal. Fenomena El Nino juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi jumlah curah hujan yang diterima wilayah Indonesia, termasuk Bali.
Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan di Indonesia lebih rendah dibandingkan kondisi normal.
“Namun perlu diingat kondisi saat ini juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Berdasarkan prediksi BMKG, El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal tahun 2027,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan El Nino dapat membuat kondisi kering tetap terasa meskipun secara kalender musim Bali mulai memasuki periode penghujan. Dengan demikian, datangnya musim hujan tidak serta-merta berarti curah hujan akan langsung tinggi dan merata di seluruh wilayah Bali.
“Jadi meskipun seharusnya sudah memasuki musim penghujan, kondisi El Nino tetap berdampak terhadap pengurangan curah hujan,” tegas Gita.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan ketersediaan air, sektor pertanian, serta potensi kekeringan di sejumlah wilayah. Masyarakat juga diimbau tetap mencermati informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG karena kondisi atmosfer dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Dengan prakiraan musim kemarau yang masih berlangsung hingga Oktober dan pengaruh El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027, masyarakat Bali perlu mengantisipasi kemungkinan periode kering yang lebih panjang. Peningkatan hujan pada November pun diperkirakan berlangsung secara bertahap, sehingga pengelolaan dan penghematan air tetap menjadi langkah penting. (Ketut Winata/balipost)










