Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., saat diwawancara, Selasa (1/9). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia dinilai menghadirkan tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas nasional. Mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) didorong menjadi sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai kompetensi profesional, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap bangsa dan memahami potensi daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unwar, Selasa (1/9).

Menurut Ace Hasan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mentransfer ilmu pengetahuan. Proses pendidikan harus mampu membentuk mahasiswa menjadi kekuatan sumber daya manusia yang nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Terlebih, mahasiswa baru saat ini merupakan bagian dari generasi yang akan memainkan peranan penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas. Karena itu, pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Penting ditanamkan kepada mereka agar memiliki satu pemahaman untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, kecintaan mereka terhadap Tanah Air, dan mendorong kemampuan mereka menguasai bidangnya sesuai studi yang mereka ikuti,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa UTM Malaysia Kunjungi Redaksi Bali Post

Ace Hasan mengatakan, penguasaan kompetensi sesuai bidang keilmuan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka. Namun, kompetensi tersebut harus dibarengi dengan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Menurutnya, persaingan antarnegara saat ini berlangsung sangat ketat. Dalam kondisi tersebut, identitas nasional tidak boleh semakin terpinggirkan. Justru, keunggulan dan karakter bangsa harus terus diperkuat di tengah perubahan global.

“Walaupun kita berada pada persaingan antarnegara yang sangat luar biasa seperti ini, identitas nasional Indonesia dan keunggulan yang dimiliki oleh bangsa kita harus terus kita gaungkan,” katanya.

Ace Hasan secara khusus menyoroti posisi Bali yang memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Kondisi tersebut membuka peluang besar sekaligus menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan berbagai potensi yang ada.

Ia berharap perguruan tinggi di Bali, termasuk Unwar, dapat melahirkan lulusan yang memiliki daya saing internasional tetapi tetap berakar pada identitas nasional dan potensi wilayah.

Baca juga:  Pembukaan Posko THR Dipercepat, Antisipasi Libur Panjang Nyepi-Lebaran

Menurutnya, pembangunan SDM tidak dapat dilepaskan dari karakteristik daerah. Bali memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, sementara Indonesia secara keseluruhan juga memiliki kekayaan alam yang sangat besar.

Potensi tersebut, dikatakan, harus diolah melalui kemampuan sumber daya manusia sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

“Potensi kekayaan alam kita itu harusnya bisa dioptimalkan dengan kemampuan sumber daya manusia sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat negara kita sendiri,” ujarnya.

Ace Hasan menyebut sektor kelautan, pertanian hingga perdagangan sebagai bidang yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Perguruan tinggi diharapkan dapat mengarahkan mahasiswa untuk melihat peluang tersebut sebagai ruang inovasi sekaligus pengembangan ekonomi.

Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan generasi yang mampu membuka lapangan kerja.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak membatasi cita-cita hanya untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan studi. Mahasiswa justru didorong memiliki keberanian menjadi pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan ilmu, kreativitas dan potensi yang dimiliki Indonesia.

“Jangan hanya berpikir untuk mencari kerja, tapi harus menjadi job creator, menciptakan pekerjaan yang memanfaatkan potensi yang diberikan oleh bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Baca juga:  Unwar Tandatangani Kesepakatan Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” Bersama Pemprov Bali

Menurutnya, pola pikir tersebut penting dibangun sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi. Ilmu yang diperoleh selama masa studi harus dapat diterjemahkan menjadi gagasan, inovasi maupun karya yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi.

Ace Hasan secara spesifik mendorong Unwar untuk terus melahirkan inovasi dan teknologi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan. Tantangan bangsa yang terus berubah menuntut perguruan tinggi tidak berhenti pada pola pendidikan konvensional.

“Jangan sampai hanya sekadar mentransfer ilmu dunia akademik, tetapi harus juga menjadi pembentukan kekuatan dengan tetap memperhatikan aspek keunggulan wilayah-wilayah yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia berharap Unwar dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar dapat terus memperkuat perannya dalam mencetak SDM berkualitas, terutama bagi Bali dan wilayah-wilayah di sekitarnya.

Lulusan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki ijazah dan kompetensi akademik, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat, mengembangkan potensi daerah, menciptakan lapangan kerja serta menjaga nilai-nilai kebangsaan ketika nantinya terjun ke tengah masyarakat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN