Simulasi penanggulangan kebakaran di Kampus Unwar, Jumat (31/7). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Universitas Warmadewa (Unwar) terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan kampus melalui pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran yang melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur sivitas akademika.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Federation University Melbourne dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

Berbeda dari pelatihan kebakaran pada umumnya, simulasi kali ini dirancang secara terpadu dengan menghadirkan berbagai skenario yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus.

Baca juga:  Dipersiapkan Untuk Kunjungan Raja Salman, Polda Steril Kawasan GWK

Peserta mengikuti praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), simulasi penanganan paparan asap, simulasi evakuasi penghuni gedung, hingga uji jalur akses kendaraan pemadam kebakaran untuk memastikan proses penyelamatan dapat berlangsung tanpa hambatan.

Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan seluruh sivitas akademika perlu memahami prosedur keselamatan sehingga mampu bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. Salah satu fokus edukasi dalam pelatihan tersebut adalah pentingnya menjaga akses kendaraan pemadam kebakaran.

Seluruh warga kampus diingatkan agar tidak memarkir kendaraan sembarangan karena dapat menghambat proses penanganan apabila terjadi insiden kebakaran.

Baca juga:  Buleleng Rencanakan Kenaikan Retribusi DTW

Pihaknya mapresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar atas sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagai Kampus Siaga Bencana, Unwar berkomitmen membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh sivitas akademika.

“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya di lingkungan kampus. Dengan pemahaman yang baik mengenai prosedur penanganan darurat, risiko korban maupun kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan,” ujarnya.

Baca juga:  HUT Ke-36 Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Kampanye Hidup Sehat di Era "New Normal"

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, S.H., M.H., mengapresiasi komitmen Unwar dalam membangun budaya kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi penanggulangan bencana dapat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan kampus yang lebih aman, sekaligus meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam melakukan respons cepat saat terjadi keadaan darurat.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar memenuhi aspek prosedural, tetapi menjadi bagian dari budaya keselamatan yang harus dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh warga kampus. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN