Penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Kerambitan belum lama ini. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Penyaluran bantuan pangan (bapang) berupa beras untuk alokasi Juli hingga September 2026 di Kabupaten Tabanan mulai direalisasikan. Setelah sosialisasi tahap kedua rampung, bantuan dari Bulog telah disalurkan kepada penerima manfaat di Kecamatan Kerambitan, sementara kecamatan lainnya masih dalam tahap pendropingan.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan dan Gizi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Gde Khrisna Kamasan mengatakan, penyaluran dilakukan secara bertahap setelah proses sosialisasi dan persiapan distribusi rampung. “Untuk penyaluran, baru Kecamatan Kerambitan yang sudah dilakukan. Kecamatan lainnya masih tahap droping untuk selanjutnya segera disalurkan kepada penerima,” ujar Khrisna Kamasan, Minggu (23/8).

Baca juga:  Daerah Topografi Tinggi Waspadai Potensi Tanah Longsor

Di Kecamatan Kerambitan, bantuan pangan tersebut telah disalurkan kepada 103 warga penerima manfaat. Penyaluran berlangsung di Kantor Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan, Rabu (19/8) lalu. Sementara itu, kecamatan lainnya masih menunggu proses pendropingan beras oleh Bulog ke masing-masing desa. Setelah bantuan tiba, penyaluran kepada warga penerima manfaat akan segera dilakukan sesuai data yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, sosialisasi program bapang telah dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Tabanan bersama Bulog. Sosialisasi tahap awal digelar secara daring melalui Zoom dengan melibatkan Kecamatan Kediri, Tabanan, Kerambitan dan Marga. Selanjutnya, enam kecamatan lainnya mengikuti tahapan sosialisasi berikutnya.

Baca juga:  Empat Bulan Raskin Belum Disalurkan

Program bantuan pangan ini merupakan alokasi Juli hingga September 2026. Di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 37.097 warga ditetapkan sebagai penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras, dengan rincian 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan. “Tentunya dalam penyaluran akan kami monitoring bersama tim dari Bulog,” ucapnya.

Khrisna menegaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan distribusi dari Bulog. Data penerima juga menjadi acuan dalam penyaluran sehingga bantuan dapat diterima oleh warga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat. “Kalau dari data penerima manfaat saat ini memang mengalami penurunan sebanyak 1.600 warga, itu karena penyesuaian data dari pusat yang tentunya disesuaikan dengan perkembangan ekonomi penerima manfaat,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  IMI Bali Targetkan Emas di PON 2024

 

BAGIKAN