
DENPASAR, BALIPOST.com – Serapan beras oleh Perum Bulog Wilayah Bali mencapai 6.312 ton hingga Juli 2026. Angka tersebut sudah mencapai 166,7 persen dari target sebesar 3.786 ton.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu saat diwawancarai, Jumat (31/7), mengatakan, pihaknya berupaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui optimalisasi pengadaan (serapan) gabah dan beras hasil produksi petani lokal. Langkah ini sebagai upaya menjaga ketahanan pangan, mendukung kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat di Bali.
“Hingga 30 Juli 2026, kami mencatat realisasi pengadaan setara beras mencapai 6.312,1 ton atau166,7 persen. Ini menunjukkan tingginya serapan hasil panen petani lokal sekaligus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah di wilayah Bali,” katanya.
Di sisi lain, stok beras di gudang Perum Bulog Kanwil Bali juga berada pada level yang sangat aman. Hingga akhir Juli 2026, stok operasional tercatat sebesar 12.325 ton, dengan ketahanan stok yang diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
Stok Cadangan Beras Pemerintah tersebut dipersiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyaluran bantuan pangan alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima manfaat, serta penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras di pasar.
Perum Bulog Kanwil Bali, dikatakannya, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bali. “Melalui penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah dan penyerapan hasil panen petani secara berkelanjutan, Bulog berkomitmen untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










