Pekerja sedang memindahkan karung beras di Gudang Bulog Sempidi, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perum Bulog Kanwil Bali mencatat realisasi pengadaan gabah petani mencapai 9.324 ton. Sementara, serapan beras mencapai 198 ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu mengatakan, capaian itu menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan penyerapan hasil panen petani di daerah.

“Realisasi serapan sebesar 4.967 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Bali menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Baca juga:  Ini Pilihan Lokasi Bukber di Solo, Wajib Dikunjungi Anak Muda

Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga penggilingan padi yang bekerja selama musim panen berlangsung.

Kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram juga dinilai efektif menjaga harga di tingkat petani sekaligus memberikan kepastian pasar.

Selain mendukung kesejahteraan petani, tingginya serapan gabah dan beras turut memperkuat stok cadangan beras pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog disebut telah melampaui 5 juta ton, tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Luncurkan Penyaluran CPP untuk Bantuan Pangan Karangasem

Cadangan tersebut diproyeksikan mampu menopang berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga antisipasi bencana dan gejolak pasar.
Bulog pun optimis target pengadaan 4 juta ton setara beras tahun 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun. Terlebih, musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Simon. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Stabilkan Harga Beras, TPID Ajak Kios Jual Beras Bulog
BAGIKAN