Kebakaran lahan kering terjadi di kubu belum lama ini. Petugas Damkartan kesulitan melakukan proses pemadaman karena terkendala jarak dan akses.(BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran lahan kering yang terjadi di wilayah Kecamatan Kubu, cukup besar. Bahkan, hampir setiap memasuki musim panas terjadi kebakaran lahan kering di wilayah tersebut, termasuk wilayah yang lainnya di Karangasem. Dalam penanganan kebakaran itu, selama ini petugas Damkartan Karangasem terkandala jarak dan akses ke lokasi kebakaran.

Kabid Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Suartika mengakui, kalau potensi kebakaran lahan di Kecamatan Kubu ketika memasuki musim kemarau memang cukup besar. Menurutnya, Kubu memang menjadi langganan kebakaran lahan saat kemarau. Bahkan dalam sehari bisa terjadi dua kali. ”Lokasi berbeda. Semua lahan berpotensi terjadi kebakaran,” ucapnya belum lama ini.

Baca juga:  Lagi, Hutan di Lereng Gunung Agung Terbakar

Suartika mengatakan, untuk penanganan kebakaran lahan di wilayah Kubu, selama ini petugas memang menemui sejumlah kendala di lapangan. Mulai dari jarak dari Pos Karangasem yang cukup jauh, hingga akses menuju titik lokasi juga kerap kali tak bisa diakses armada pemadaman. ”Untuk ke Kubu, kami membutuhkan waktu 30 sampai 40 menit,” katanya.

Menurut Suartika, selain itu, kendala lain yang kerap ditemui, akses dan medan yang kadang tak mampu dijangkau armada pemadaman. ”Kadang sampai sana, titik lokasi salah. Terus kendala sinyal, ketika mau telepon tanya lokasi, sinyal blank,” imbuhnya.

Baca juga:  Setahun, Tindakan Akhiri Hidup di Karangasem Capai Puluhan Kasus

Dia menjelaskan , idealnya dengan luas wilayah Kabupaten Karangasem saat ini, Kubu harusnya memiliki satu armada pemadam. Namun masalahnya, keterbatasan sumber daya manusia (SDM). ”Idealnya setiap pos regu itu ada 30 orang. Tapi di pos induk cuma 8 orang. Itupun ketika terjadi kebakaran kami memanggil pos regu Selat. Sehingga personel yang diberangkatkan belasan,” jelas Suartika.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap, kebakaran lahan di wilayah Kubu bisa ditekan. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran. ”Karena saat kemarau, tanaman yang tumbuh kering semua. Itu sangat mudah terbakar,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost).

Baca juga:  Sehari, Dua Peristiwa Kebakaran Landa Rumah Warga di Karangasem

 

BAGIKAN