
DENPASAR, BALIPOST.com – Hari jadi ke-68 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM) Bali. Dari sektor pendidikan, pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bali Era Baru sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia, mengatakan pembangunan SDM unggul harus dimulai dari sektor pendidikan sebagai bagian hulu pembangunan. Menurutnya, kualitas SDM akan sangat menentukan arah perkembangan Bali ke depan.
Baginya, Hari Jadi Pemprov Bali yang ke-68 sebagai titik atau poin dalam mewujudkan Bali Era Baru sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Wesnawa mengatakan, dari sisi pendidikan, upaya mewujudkan SDM Bali unggul telah mulai bergerak melalui berbagai proses, termasuk pelaksanaan penerimaan siswa baru pada jenjang satuan pendidikan SMA dan SMK negeri di Bali.
Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu titik penting karena kualitas peserta didik yang diterima pada jenjang pendidikan menengah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas SDM Bali.
“Harapan dari sisi pendidikan bagaimana lebih cepat mewujudkan kualitas SDM Bali unggul yang memang sudah akan terlihat dari kualitas nilai tes kemampuan akademis dari anak-anak didik yang akan bergabung di satuan pendidikan jenjang menengah,” katanya.
Ia menegaskan, transformasi tata kelola pendidikan tidak hanya berkaitan dengan sektor pendidikan semata. Perubahan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat Bali.
Karena itu, menurut Wesnawa, pembenahan dari sisi hulu menjadi penting. Pendidikan dinilai sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas manusia yang mampu mengikuti perkembangan dan menentukan arah Bali ke depan.
“Kalau kita ingin melakukan transformasi atau perubahan dari tata kelola pendidikan yang akan berdampak dari kesejahteraan masyarakat luas di Provinsi Bali, sudah barang tentu dari sisi hulunya yang harus kita benahi. Yang pertama adalah dari sisi pendidikan,” tegasnya.
Wesnawa mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama mengambil bagian dalam mewujudkan SDM Bali unggul. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar peningkatan kualitas manusia dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap pembangunan pendidikan ke depan tidak hanya menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan akademis, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali.
“Karena adat, tradisi dan budaya Bali sudah adiluhung,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan SDM Bali unggul hingga 100 tahun ke depan harus dilakukan secara bersama-sama. Momentum hari jadi ke-68 Pemprov Bali pun diharapkan menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan pembangunan pendidikan sekaligus memperkuat langkah ke depan.
“SDM Bali unggul sampai dengan 100 tahun Bali ke depan kita akan wujudkan bersama-sama melalui refleksi HUT Pemprov Bali yang ke-68 ini,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)










