
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali kembali menjadi sasaran penerima program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun ini melalui Kementeri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang jumlah bantuan sebanyak 31 unit, tahun ini jumlah bantuan naik menjadi 4.184 unit.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri PKP RI Mauarar Sirait saat meninjau salah seorang penerima di Kelurahan Tonja, Senin (10/8). Program bantuan senilai Rp20 juta per unit tersebut dikatakannya menyasar seluruh wilayah di Indonesia dengan besaran nilai bantuan sama. “Terkecuali di wilayah Indonesia Timur ya seperti Papua itu nilainya lebih besar,” katanya.
Dia menegaskan dalam program bantuan bedah rumah ini tanpa dipungut biaya. “Jika ada yang terbukti melakukan pemungutan. Bisa melaporkan kepada kontak yang ada di spanduk ini,” ujarnya sambil menunju spanduk yang dipasang di Balai Banjar Oongan.
Disinggung terkait nilai bantuan yang cukup minim, Menteri Mauarar mengatakan, memaksimalkan bantuan tersebut dengan stimulan dan ada gotong royong masyarakat di dalamnya. Di Denpasar sendiri alokasi bantaun bedah rumah tersebut sebanyak 259 unit. Demikian sebarannya yakni Denpasar Utara 24 unit, Denpasar Barat 56 Unit, Denpasar Timur 62 unit dan Denpasar Selatan 117 unit.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyebut Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh program Pemerintah Pusat terkait Program Bedah Rumah menjadi prioritas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemkot Denpasar melalui Dinas Perkim juga memiliki program sejenis yang tahun ini menglontorkan bantuan bedah rumah sebanyak 50 unit. (Widiastuti/balipost)










