Ilustrasi kawasan di Denpasar. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rasio gini serta tingkat kemiskinan di Kota Denpasar secara persentase berada di angka 2,6 persen. Meski menjadi salah satu yang terendah di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berupaya untuk terus menekan kondisi tersebut.

Pemkot Denpasar mengagarkan Rp1,152 triliun untuk penanganan kemiskinan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, , I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (4/8). Ia mengatakan, Pemkot Denpasar akan tetap melakukan intervensi dan berfokus pada kedalaman dan keparahan kemiskinan, mengingat jumlah penduduk Kota Denpasar yang relatif tinggi.

Baca juga:  Dukung UMKM Naik Kelas, BRI Beri Pelatihan 10.000 Pelaku Usaha

Menurutnya, untuk mencegah masyarakat berpenghasilan rendah turun ke kategori miskin ekstrem, Pemkot Denpasar perlu menjaga masyarakat yang berada di ambang batas kemiskinan.

“Karena dari sisi jumlah penduduk kita 18.000 (orang) yang ada di pinggir atau mendekati garis kemiskinan itu. Kalau salah intervensi kita, dia masuk ke desil 4. Desil 6 bisa turun dia ke desil 5, akan bertambah dia,” paparnya.

Untuk penanganan kemiskinan ini, Pemkot menganggarkan Rp 1,152 triliun.
Berbagai kegiatan yang dilakukan berupa perbaikan di kantong-kantong kemiskinan termasuk bedah rumah.

Baca juga:  Kemiskinan Ekstrem

“Infrastrukturnya kita perbaiki, misalnya MCK tidak memiliki kita buatkan, dan seterusnya, sehingga tidak ada kawasan kumuh nanti di Kota Denpasar,” paparnya.

Selain itu, juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui Disperindag, Dinas Koperasi, Dinas

Disisi lain, secara makro kinerja pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat di Kota Denpasar menunjukkan capaian yang sangat positif. Dimana untuk pertumbuhan ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 6,11 persen.

Persentase ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempati posisi tertinggi di Provinsi Bali serta masuk dalam jajaran 10 besar nasional.

Baca juga:  Warga di Badung Mulai Sulit Dapat Gas Melon, Harganya Capai Rp30 Ribu Per Tabung

Dalam hal kesejahteraan sosial di Kota Denpasar, menurutnya menunjukkan peningkatan pada indikator umur harapan hidup, harapan lama sekolah, serta rata-rata lama sekolah. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN