Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (BP/HO-BPMI Setpres)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG subsidi di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap mengacu pada kebijakan pemerintah yang berlaku saat ini, dengan harga Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Baca juga:  PPKM Jawa Bali, Daerah Jalani PPKM Level 4 Bertambah

“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi, termasuk dalamnya adalah LPG subsidi,” ujar Bahlil.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa stok minyak mentah dan BBM Indonesia tetap berada di atas standar minimum nasional di tengah gejolak global.

Selain menyinggung harga BBM subsidi, Bahlil juga mengatakan bahwa pemerintah akan meresmikan program listrik desa di lebih dari 1.400 titik sebagai realisasi akhir Program Listrik Desa Tahun 2025. Proyek tersebut rencananya akan diresmikan oleh Prabowo sebelum 14 Agustus.

Baca juga:  Produksi Listrik PLTS Meningkat 52,79 Persen

Di samping itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan dimulainya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Tahap pertama proyek tersebut telah mendapat persetujuan dan akan segera ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).

“Jadi, ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan, nanti Bapak Presiden sendiri yang insyaallah rencananya akan meresmikan,” pungkasnya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Polisi Siapkan Tempat Dugem
BAGIKAN