Ubur-ubur blue bottle ditemukan di Pantai Sanur, BPBD imbau warga yang beraktivitas di pantai lebih waspada. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ubur-ubur blue bottle atau lateng layar kembali ditemukan di kawasan Pantai Sanur, Denpasar. Jenis hewan ini cukup berbahaya yang menimbulkan efek rasa sakit luar biasa saat kena sengatannya.

Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengimbau pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan pesisir pantai, khususnya di area Pantai Sanur, Pantai Segara Ayu, hingga Pantai Semawang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, I Ida Bagus Joni Ariwibawa saat dikonfirmasi, Senin (27/7) menjelaskan, keberadaan ubur-ubur berbisa ini merupakan bagian dari siklus alam tahunan yang dipicu oleh faktor cuaca di perairan. Biasanya kemunculan ubur-ubur ini pada bulan Juli hingga September. “Hal ini disebabkan oleh hembusan angin kencang di laut lepas yang membawa kawanan ubur-ubur tersebut hingga terdampar di pesisir pantai,” ujarnya.

Baca juga:  Peringati Tumpek Uye, Bupati Karangasem Gelar Persembahyangan dan Bersih Sampah Plastik

Ubur-ubur ini, kata Joni, ditemukan oleh Petugas Balawista BPBD Kota Denpasar yang sedang melakukan penyisiran di pantai. Ia menambahkan, sengatan dari ubur-ubur jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal hebat hingga rasa nyeri dan terbakar yang sangat menyakitkan pada kulit.

“Masyarakat agar tidak berenang atau berendam dulu selama fenomena ini berlangsung. Selalu gunakan alas kaki yang memadai saat berjalan di atas pasir pantai,” paparnya.

Baca juga:  Ambil Air, Sudarma Dikejutkan Mayat Bayi Mengambang

Ia juga meminta agar pengunjung tak menyentuh atau memegang ubur-ubur yang terlihat terdampar di pantai, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Apabila terdapat pengunjung atau warga yang secara tidak sengaja tersengat ubur-ubur, pihaknya meminta agar melakukan langkah pertolongan pertama. Pertama menghindari menggosok bagian kulit yang terkena sengatan karena dapat mempercepat pelepasan racun dari sel penyengat.
Kedua, gunakan air laut secara perlahan untuk membilas area yang tersengat dan jangan gunakan air tawar. “Lepaskan atau bersihkan sisa-sisa tentakel yang masih menempel pada kulit menggunakan benda tumpul,” terangnya.

Baca juga:  Mengkhawatirkan, Produktivitas Menulis Turun Signifikan

Ia juga meminta agar segera mendatangi pos penjagaan Balawista atau petugas medis terdekat di sekitar pantai.(Widiastuti/balipost)

BAGIKAN