
SINGARAJA, BALIPOST.com – Perkelahian yang melibatkan dua siswi salah satu SMP negeri di Singaraja dan sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai. Melalui mediasi yang difasilitasi jajaran Polsek Singaraja, Selasa (23/6), kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan tersebut secara kekeluargaan. Pembinaan terhadap kedua siswi selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah bersama orang tua.
Mediasi berlangsung di aula Polsek Singaraja sekitar pukul 10.45 WITA. Pertemuan itu dihadiri jajaran Polres Buleleng dan Polsek Singaraja, kepala sekolah, komite sekolah, Bhabinkamtibmas, orang tua kedua siswi, serta para pelajar yang terlibat yakni, PAAP dan KTW
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan penyelesaian kasus tersebut telah ditempuh melalui mekanisme mediasi. Seluruh pihak yang diundang menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh keduanya. Hanya saja, kejadian itu diharapkan tidak terulang kembali.
“Kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan menandatangani surat pernyataan perdamaian. Untuk pembinaan selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah bersama orang tua,” jelasnya.
Yohana menambahkan, kepolisian selalu mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpancing melakukan tindakan kekerasan maupun menyebarluaskan konten yang berpotensi merugikan orang lain. Selain dapat berdampak pada psikologis korban, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum. “Kita prihatin lantaran peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial,” imbuhnya.
Pihaknya berharap ini menjadi pelajaran, tidak hanya bagi kedua anak tersebut, tetapi juga bagi pelajar lainnya agar lebih bijak dalam bergaul dan menggunakan media sosial. Peran orang tua dan sekolah juga sangat penting dalam melakukan pengawasan.
Usai melalui proses mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. (Yudha/balipost)










