
GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) agar berjalan demokratis, jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk kecurangan. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi yang digelar di Kantor Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (23/6).
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen bersama yang sebelumnya telah dibangun antara Bawaslu Gianyar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar dalam mengawal proses demokrasi di tingkat akar rumput.
“Demokrasi yang sehat tidak hanya dibangun saat Pemilu atau Pilkada, tetapi juga harus tumbuh dalam setiap proses pemilihan di desa. Karena itu, Bawaslu hadir untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai aturan, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan,” tegas Hartawan.
Ia mengingatkan pentingnya akurasi data pemilih sebagai salah satu pilar utama menjaga kualitas demokrasi. Ia mengimbau agar seluruh warga Desa Bona yang telah memenuhi syarat dipastikan terdata dengan baik agar tidak kehilangan hak konstitusionalnya pada hari pemungutan suara.
Kepala Desa (Perbekel) Bona, I Gusti Nyoman Gede Susila menyampaikan apresiasi yang mendalam atas langkah proaktif Bawaslu dalam memberikan edukasi serta penguatan pengawasan partisipatif kepada pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran Bawaslu. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengawasan partisipatif, sehingga pelaksanaan pemilihan kepala desa nantinya dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Gusti Nyoman Gede Susila.
Ia juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Desa Bona untuk mendukung terwujudnya Pilkades yang bersih dan transparan. “Kami berkomitmen mengawal seluruh tahapan agar berjalan sesuai aturan. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis dapat mewujudkan Pilkades yang aman, damai, dan berintegritas,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, menekankan bahwa profesionalisme dan integritas dari seluruh pihak, baik penyelenggara, peserta, maupun masyaraka adalah kunci utama untuk melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat.
“Integritas harus menjadi landasan utama. Jangan sampai ada praktik-praktik kecurangan yang dapat mencederai proses dan merusak kepercayaan masyarakat. Pilkades harus menjadi ruang kompetisi yang sehat untuk memilih pemimpin terbaik bagi desa,” ungkap Sutirta.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar berharap kesadaran akan pentingnya pengawasan partisipatif semakin meningkat. Keberhasilan dan kesucian proses demokrasi di tingkat desa dinilai sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan agar tetap berjalan jujur, adil, dan demokratis. (Wirnaya/balipost)










