Anggota Ditpolairud Polda Bali bersama instansi terkait melaksanakan pengawasan di pelabuhan.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masih saja sindikat kriminal berusaha menyelundupkan barang atau hewan ke Bali. Oleh karena itu Polda Bali memperketat pengamanan, khususnya mengawasi jalur tikus yang dimanfaatkan sindikat barang terlarang melakukan aksinya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, Senin (22/6), menjelaskan, pencegahan penyelundupan barang terlarang, satwa dilindungi, maupun barang hasil kejahatan terus dilakukan. Polda Bali secara berkelanjutan melaksanakan langkah-langkah preventif, preemtif, dan represif. Meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk dan keluar Pulau Dewata, baik melalui pelabuhan resmi maupun wilayah pesisir yang berpotensi digunakan sebagai jalur tidak resmi atau yang sering disebut sebagai pelabuhan tikus.

“Selain itu kami melaksanakan patroli darat dan laut, operasi kepolisian yang bersinergi dengan instansi terkait, serta pemetaan daerah rawan penyelundupan.
Polda Bali juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka deteksi dini dan penindakan,” tegasnya.

Baca juga:  CDC : Masker Kain Tak Efektif Tangkal Omicron

Selain itu, Polda Bali melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi dan transportasi, pemeriksaan kendaraan maupun barang yang dicurigai, serta pengembangan informasi intelijen guna mengungkap jaringan pelaku yang terlibat. Setiap informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan akan cepat direspon.

Beberapa upaya khusus yang dilaksanakan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang dan hewan dilindungi lewat pelabuhan tikus, yakni Ditpolairud Polda Bali rutin patroli menggunakan kapal di titik rawan penyelundupan di pesisir dan pantai. Jalur tikus, Pelabuhan Gilimanuk, Serangan, Benoa, dan pesisir Buleleng, jadi fokus pengawasan. Selain itu ada Pos Pantau dan Sinergi, dimana Polairud Polda Bali kerja sama dengan Bea Cukai, BKSDA, TNI AL. Ada juga pos-pos di pelabuhan resmi. Untuk jalur tikus, anggota Intel Ditpolairud dan Bhabinkamtibmas pesisir digerakkan untuk deteksi dini bersinergi dengan masyarakat.

Baca juga:  Gubernur Koster Terima Aksi Mahasiswa Unud, Jelaskan Alasan Penutupan TPA Suwung dan Skema Tangani Sampah

“Operasi khusus hewan dilindungi juga rutin dilakukan. Bagian Gakkum Polairud Polda Bali sering gelar operasi tersebut, fokusnya di jalur masuk dari Jawa dan Lombok karena banyak penyelundupan penyu, burung nuri dan lainnya yang mau masuk Bali,” imbuhnya.

Untuk mencegah barang hasil kejahatan dikirim keluar Bali, anggota Polri tugas di pelabuhan rutin melaksanakan pengecekan barang dan dokumen. Pemeriksaan ketat dilaksanakan di Gilimanuk, Ketapang, dan ekspedisi kargo. Pihak kepolisian bersama Bea Cukai periksa muatan dan kendaraan yang mencurigakan langsung distop. Polda Bali juga rutin berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polda NTB. Jadi kalau ada mobil curian/barang curian mau dibawa ke luar pulau, informasinya langsung di-share lintas polda.

Baca juga:  Mahasiswa Ditemukan Membusuk di Kamar Kos

“Ditpolairud Polda Bali saat ini melakukan pencegahan dari hulu dan pengetatan jalur tikus. Bali merupakan pintu masuk dan keluar yang strategis. Warga pesisir juga dirangkul dan diimbau melapor kalau melihat aktivitas mencurigakan lewat program Polisi RW/Binmas Pesisir,” tutupnya.(Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN