Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Made Supartha mendampingi Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra saat menerima aksi unjuk rasa BEM Unud bersama Aliansi Bali Bergerak, di depan Kantor DPRD Bali, Senin (22/6) sore. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) bersama Aliansi Bali Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Bali, Senin (22/6). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi demokrasi, tata kelola pemerintahan, serta berbagai kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Made Supartha.

I Made Supartha menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dijamin negara. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan masyarakat Bali dalam menyampaikan aspirasi merupakan bentuk partisipasi demokrasi yang harus dihormati.

Supartha mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara damai dan tidak anarkis. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus tetap dijalankan dalam koridor hukum dan demokrasi.

“Kami meminta seluruh aspirasi disampaikan dengan baik dan tidak anarkis. Jangan khawatir, kami sebagai wakil rakyat akan mengawal dan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat untuk dievaluasi bersama,” katanya.

Baca juga:  Diprediksi, Kinerja Pertanian Triwulan I 2018 Membaik

Ia mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang dinilainya masih memiliki idealisme dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia.

“Kedatangan adik-adik mahasiswa hari ini dijamin oleh konstitusi. Menyampaikan pendapat, aspirasi, dan berkumpul merupakan hak warga negara yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. Kami mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan masyarakat Bali yang peduli terhadap kondisi bangsa,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Supartha mengatakan seluruh fraksi di DPRD Bali berkomitmen menampung dan meneruskan aspirasi yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah pusat. Bahkan berbagai poster dan tuntutan yang dibawa massa aksi telah didokumentasikan sebagai bentuk komitmen DPRD bahwa Bali ikut mengawal persoalan yang berkembang di tingkat nasional.

“Bali tidak tinggal diam. Apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa akan kami sampaikan kepada pimpinan dan kami teruskan kepada pemerintah pusat yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Baca juga:  Ranperda RPIP Kembali Dibahas, 3 Daerah akan Dikembangkan Jadi Kawasan Industri

Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, sebagai alumni dan mahasiswa Fakultas Hukum Unud, dirinya memahami keresahan yang dirasakan mahasiswa. Ia menilai perjuangan mahasiswa dan wakil rakyat memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Senada dengan itu, Anggota Komisi I DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, Anak Agung Gede Suyoga, menyatakan pihaknya memahami kegelisahan yang dirasakan mahasiswa sehingga turun ke jalan menyuarakan berbagai tuntutan.

Ia menilai aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa. Karena itu, DPRD Bali menghormati hak demokrasi mahasiswa sekaligus mengapresiasi sikap kritis yang ditunjukkan dalam aksi tersebut.

“Kami memahami kenapa kawan-kawan hari ini berteriak paling lantang. Apa yang dilakukan tidak terlepas dari kepedulian sebagai generasi penerus yang akan melihat bangsa ini ke depan,” ujarnya.

Baca juga:  Gapasdap Ajukan Aspirasi Terkait Pengoperasian Dermaga Tanah Ampo

Suyoga memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan kajian DPRD Bali dan lintas fraksi. Aspirasi tersebut akan dipelajari secara objektif sesuai mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD.

Menurutnya, tujuan mahasiswa dan DPRD sejatinya sama, yakni mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan yang ada.

“Yang sudah baik akan kita jaga, yang masih kurang akan kita perbaiki bersama. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan kaji secara objektif,” katanya.

Suyoga mengajak mahasiswa untuk terus menjaga semangat perjuangan, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental dalam mengawal berbagai isu publik.

“Setiap perjuangan tidak akan pernah selesai. Karena itu jaga diri kalian, jaga kawan-kawan kalian, dan teruslah menjadi generasi yang kritis dan konstruktif,” ujarnya yang disambut seruan “Hidup Mahasiswa” dari massa aksi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN