Anjing yang mati mendadak setelah menggigit warga di Tegalbadeng diambil sampel. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini, tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, menjadi korban serangan seekor anjing peliharaan yang diduga terjangkit virus rabies.

Dua dari tiga korban diketahui masih berusia balita. Informasi yang dihimpun menyebutkan, anjing jantan berwarna cokelat berusia sekitar tiga tahun itu terakhir kali menggigit seorang warga bernama Sodikun (47) pada Senin (15/6) malam sekitar pukul 21.00 WITA.

Saat itu korban sedang berbincang bersama sejumlah warga di depan gang dekat rumahnya. “Saya sedang berdiri ngobrol saat acara syukuran malam Satu Suro. Tiba-tiba anjing itu datang dari belakang dan menggigit betis kiri saya. Saat diusir malah mencoba menyerang lagi. Setelah saya lempar batu, baru anjing itu lari,” ujar Sodikun.

Baca juga:  Turun, Kasus Gigitan Anjing di Bangli

Akibat gigitan tersebut, kaki korban mengalami memar dan pembengkakan meskipun tidak sampai mengeluarkan darah. Menurut Sodikun, sebelum menggigit dirinya, anjing yang sama telah lebih dulu menyerang dua anak kecil berinisial N (4) dan H (5).

Peristiwa yang menimpa kedua balita tersebut diduga terjadi sehari sebelumnya, Minggu (14/6). Husein mengalami luka gigitan di bagian paha kanan hingga berdarah, sedangkan N mengalami luka yang lebih ringan.

Baca juga:  Lakukan Pencabulan, Dukun Diamankan Polisi

“Yang saya tahu H digigit sampai luka berdarah di paha. Sebelumnya juga ada N yang sempat digigit, tetapi tidak terlalu parah,” katanya.

Warga kemudian menemukan anjing tersebut mati di pinggir jalan pada Selasa pagi. Lokasi penemuan bangkai anjing tidak jauh dari tempat kejadian gigitan.

Mengetahui kondisi tersebut, para korban segera melaporkan kasus itu kepada petugas kesehatan hewan dan mendatangi puskesmas untuk mendapatkan penanganan berupa Vaksin Antirabies (VAR).

Baca juga:  Kasus Rabies Meningkat, Wabup Jembrana Minta Penanganan Lebih Masif

Petugas Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh. I Putu Hendra Jaya Agus, mengatakan berdasarkan kronologi kejadian dan kondisi anjing yang mati setelah menggigit beberapa orang, kasus tersebut mengarah pada dugaan rabies. Sampel otak anjing menurutnya juga sudah diambil untuk diperiksa di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

“Hasil uji laboratorium nantinya akan memastikan apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau segera melapor dan mendapatkan penanganan medis apabila mengalami gigitan hewan penular rabies guna mencegah risiko yang lebih besar. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN