Penghargaan PWI Bali Nugraha 2023 Tokoh Pers untuk K.Nadha yang diwakili Pimred Bali Post I Wayan Dira Arsana dalam HPN Provinsi Bali 2023 di Jembrana, Jumat (5/5). (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Provinsi Bali 2023 diselenggarakan di Wantilan Pura Jagatnatha, Kabupaten Jembrana, Jumat (5/5). Dalam HPN tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali menyerahkan PWI Bali Nugraha 2023 yang salah satunya diberikan kepada perintis Harian Bali Post, K. Nadha sebagai Tokoh Pers (life achievement).

Penghargaan ini diberikan pertama kali dalam peringatan HPN di Provinsi Bali dan melalui seleksi yang ketat dengan melihat ketokohan, kesetiaan dan dedikasi dalam memajukan Pers di Bali. PWI Bali Nugraha 2023 Tokoh Pers diserahkan Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra kepada Pimpinan Redaksi (Pimred) Bali Post, Wayan Dira Arsana mewakili Bali Post.

Dewan Penasihat PWI Bali, Budiharjo mengatakan Tokoh Pers sangat layak diberikan untuk almarhum K. Nadha dengan ketokohan dan kesetiaan serta dedikasi dalam memajukan Pers di Bali. Sejak umur 17 tahun di masa perjuangan kemerdekaan RI hingga akhir hayatnya, K. Nadha mendedikasikan diri dalam memajukan Pers.

Baca juga:  Panitia UNITED Adakan Pelelangan Alat Pengolahan Data Project

Selain penghargaan Tokoh Pers, PWI Bali Nugraha, juga terdapat kategori Kartu Pers Utama atau Pers Card Number One (PCNO) kepada I Nyoman Wirata yang juga Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Bali. HPN yang dipusatkan di Kabupaten Jembrana bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha Jembrana yang dihadiri oleh Gubernur Bali yang diwakili Asisten 1 Setda Provinsi Bali Dewa Gde Mahendra Putra, Kapolda Bali yang diwakili oleh Kabid Humas Polda Bali, Pangdam Udayana yang diwakili oleh Danrem, Bupati Jembrana yang diwakili oleh Sekda Jembrana dan bupati/walikota se Bali.

Selain itu penghargaan juga diberikan untuk sahabat atau mitra pers di antaranya Kepala Bank Indonesia perwakilan Bali, Trisno Nugroho, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Ketua PWI Provinsi Bali, IGMB Dwikora Putra mengatakan HPN Provinsi Bali yang digelar di Kabupaten Jembrana mengangkat tema “Pers Sehat Jembrana Bahagia” mengajak insan pers yang ada di seluruh Bali menciptakan pers yang sehat untuk memberikan kontribusi kepada bangsa, negara dan daerah khususnya. Dengan tantangan pers yang luar biasa saat ini wartawan yang berjuang di pers tujuannya mengabdi kepada negara, memberikan kontribusi lewat caranya dengan membuat pemberitaan dengan tepat fungsi pers itu sendiri.

Baca juga:  Bobol Rumah di Sukawati, Pengemudi Ojol Ditangkap Polisi

Selain itu juga melakukan kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan sehingga pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan relnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang diwakili Asisten I Sekda Provinsi Bali I Dewa Gde Mahendra Putra mengatakan atas nama Provinsi Bali menyampaikan selamat hari pers kepada seluruh insan pers yang ada di Bali, dan mengucapkan terima kasih atas kontribusinya terhadap pembangunan daerah Bali. Gubernur sangat mengapresiasi rekan-rekan pers yang selama ini sangat membantu mensosialisasikan program pembangunan daerah Bali sebagai implementasi visi “Nangun Sat Kerti Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru”.

Baca juga:  Tiga Minggu Terakhir Tambahan Kasus Positif COVID-19 di Bali Tinggi, Ini Kata Koster

Pers juga berkontribusi dalam upaya kebangkitan ekonomi Bali dengan promosi potensi ekonomi, potensi ekonomi modal, pembangunan infrastruktur dan turut mensukseskan event G20 di Bali. Gubernur juga menyadari tanpa peran insan pers, berbagai keberhasilan pembangunan Bali. Pihaknya ingin mengajak pers sebagai pilar demokrasi untuk terus mengawasi pembangunan Bali, termasuk pencapaian 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru.

‘Seperti yang diutarakan oleh bapak Presiden RI Joko Widodo bahwa dunia pers saat ini tidak sedang baik-baik saja. Bapak presiden juga secara khusus menyoroti pentingnya pemberitaan yang bertanggung jawab karena di era digital ini masyarakat dibanjiri berita tidak benar (hoax) sehingga menimbulkan disintegrasi bangsa.”

Gubernur menyebut Pemerintah Provinsi Bali sudah melakukan upaya untuk meminimalisir dampak berita bohong, salah satunya dengan cara melakukan literasi media kepada generasi muda sebagai pengguna aktif media digital. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN