Gladi bersih pementasan Peed Aya atau pawai budaya yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Renon dan Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, Jumat (12/6) pagi. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali terus mematangkan seluruh persiapan. Salah satunya dengan menggelar gladi bersih pementasan Peed Aya atau pawai budaya yang berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Renon dan Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, Jumat (12/6) pagi.

Peed Aya akan menjadi penanda pembukaan PKB XLVIII 2026 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (13/6). Setelah pawai budaya, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pembukaan resmi di Panggung Terbuka Ardha Candra pada malam hari.

Tahun ini, Peed Aya diikuti oleh 10 peserta, terdiri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali serta sembilan kabupaten/kota se-Bali. Penampilan diawali oleh ISI Bali dengan garapan pembuka berupa atraksi gamelan prosesi Adi Merdangga yang mengiringi Tari Siwa Nataraja sebagai simbol PKB. Selanjutnya, pawai akan tampil secara berurutan dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Badung, dan ditutup oleh Kota Denpasar.

Baca juga:  Truk Tronton Tabrak Rumah, 2 Tewas

Pementasan Peed Aya dijadwalkan dimulai pukul 14.00 Wita dengan rute mengikuti konsep purwa daksina, yakni bergerak searah jarum jam. Para peserta mengambil titik awal dari simpang tiga Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Raya Puputan, tepat di depan sisi timur panggung kehormatan, kemudian bergerak mengitari kawasan Renon dan berakhir di depan Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh peserta telah siap dan materi yang ditampilkan sesuai dengan tema PKB tahun ini, “Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha” yang bermakna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri.

Baca juga:  Mantan Napi Bobol ATM dan Miliki Ganja, WN Turki Dideportasi

“Dari gladi ini kita melihat kesiapan seluruh peserta dari kabupaten/kota. Antusiasme peserta sangat luar biasa, dan yang menjadi kebanggaan kita sebagian besar peserta merupakan anak-anak. Ini menunjukkan proses regenerasi budaya Bali terus berjalan dari generasi ke generasi,” ujarnya saat ditemui dilokasi gladi.

Ia menambahkan, tema PKB tahun ini mengajak masyarakat untuk kembali membangun kesadaran spiritual, memperhalus budi pekerti, serta memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali seperti gotong royong, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam lingkungan.

Baca juga:  Belasan Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Batu Tumpeng

Melalui semangat Atma Kerthi, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah, karena menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, PKB XLVIII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya Bali serta sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN