Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menghadiri rapat teknis koordinasi Bali 100 Persen Memilah Sampah di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (10/6). (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen penuh di dalam mendukung gerakan “Bali 100 Persen Memilah Sampah” yang digagas pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu), saat menghadiri rapat teknis koordinasi Bali 100 Persen Memilah Sampah di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (10/6).

Dalam kegiatan yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI Moh. Jamur Hidayat bersama Gubernur Bali I Wayan Koster itu, seluruh kepala daerah se-Bali menyatukan langkah untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia.

Baca juga:  Bangkai Ogoh-ogoh Agar Dipralina Usai Diarak

Selain membahas strategi pengelolaan sampah, agenda tersebut juga diisi dengan penandatanganan deklarasi dan kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan pemilahan sampah secara menyeluruh.

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa mengatakan, bahwa Karangasem siap mengimplementasikan berbagai kebijakan yang telah disepakati dalam forum tersebut.

“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemkab Karangasem siap mendukung penuh program Bali 100 Persen Memilah Sampah dan akan segera menindaklanjuti arahan yang disampaikan pemerintah pusat maupun Pemprov Bali,” ujar Guru Pandu.

Baca juga:  Dana Asing

Menurut Guru Pandu, pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat didaur ulang.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan desa, sekolah, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum agar budaya memilah sampah bisa menjadi kebiasaan sehari-hari. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk menjaga alam Karangasem dan Bali bagi generasi mendatang,” katanya.

Baca juga:  Putus Penyebaran COVID-19, Pelaku Usaha Atraksi Wisata dan Rekreasi Siap Implementasikan Protokol K4

Dia menjelaskan, keberhasilan program tersebut akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, hingga memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang bersih dan ramah lingkungan.

“Komitmen ini sejalan dengan visi Karangasem yang Agung, Gemah Ripah Loh Jinawi. Lingkungan yang bersih adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (Adv/balipost)

 

BAGIKAN