
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus bergerak aktif dalam mempermudah pelayanan publik sekaligus memperketat tata kelola investasi. Langkah nyata ini diwujudkan melalui aksi “jemput bola” lewat inovasi DPMPTSP LINK (Layanan Ijin Keliling) yang menyasar wilayah perdesaan.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, Selasa (9/6) mengatakan, inovasi dengan motto “Hadir Lebih Dekat” ini dilaksanakan di Desa Peliatan Selasa (9/6) – Rabu (10/6).
Dalam pelaksanaannya di lapangan, DPMPTSP Kabupaten Gianyar tidak bergerak sendiri. Instansi ini membangun kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng jajaran perangkat desa setempat serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Sinergi ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata (Diparda), serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar.
Luh Gede Eka Suary, menegaskan bahwa kehadiran layanan keliling yang bersinergi langsung dengan kepala desa dan OPD teknis ini merupakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola investasi langsung di lapangan.
Kegiatan ini mencakup tiga fokus utama.
Pembinaan, memberikan edukasi dan arahan kepada pelaku usaha mengenai regulasi terbaru. Pengawasan, memastikan aktivitas investasi berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Evaluasi menilai kepatuhan para pelaku usaha dalam pemenuhan komitmen perizinan berusaha. “Langkah inovatif ini murni bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan investasi, serta mengoptimalkan tata kelola perizinan di daerah secara terintegrasi, cepat, dan transparan langsung di tengah masyarakat,” ujar Ni Luh Gede Eka Suary.
Melalui strategi jemput bola via DPMPTSP LINK, masyarakat dan para pelaku usaha di Desa Peliatan kini dapat dengan mudah mengakses layanan informasi, konsultasi, hingga penerbitan perizinan secara gratis dan cepat tanpa harus datang ke kantor pusat.
Hadirnya tim gabungan dari berbagai dinas teknis (PUPR, DLH, Pariwisata, BPKAD, dan Satpol PP) di lokasi juga mempermudah pengusaha dalam menyelesaikan kendala perizinan yang berkaitan dengan tata ruang, lingkungan hidup, retribusi, hingga pemenuhan standar pariwisata dalam satu tempat.
Luh Gede Eka Suary menambahkan dengan tata kelola investasi yang semakin tertib, responsif, dan berbasis kolaborasi ini, kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gianyar diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Iklim investasi yang sehat, aman, dan akuntabel ini pada akhirnya diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif serta manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar. (Wirnaya/balipost)










