
MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa adat selama ini tidak hanya menjadi penjaga tradisi dan budaya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial serta keamanan lingkungan berbasis kearifan lokal. Melalui kekuatan awig-awig, peran prajuru adat, serta partisipasi masyarakat yang masih kuat, desa adat dinilai menjadi mitra penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Berangkat dari hal tersebut, Polres Badung menggelar kegiatan Safari Kamtibmas Wirasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Badung, Kamis (21/5). Tujuannya untuk memperkuat sinergi antara Polri, desa adat, pemerintah desa, dan masyarakat.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (22/5) menjelaskan kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba. Safari Kamtibmas Wirasa ini dilakukan di Desa Dalung, Desa Sembung, Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Petang, Desa Cemagi, hingga Desa Sangeh. Dalam kegiatan tersebut, polres melibatkan bendesa adat, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, linmas, hingga kelompok pemuda desa sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan berbasis komunitas.
Di hadapan warga, di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, AKBP Joseph memperkenalkan sejumlah program dan aplikasi unggulan Polres Badung, seperti aplikasi Cakrawasi untuk pendataan warga negara asing (WNA), Digital Jaga Baya, serta layanan Call Center 110. Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat di tengah dinamika wilayah Badung sebagai daerah tujuan wisata internasional.
Menurutnya desa adat memiliki kekuatan sosial yang sangat besar dalam menjaga stabilitas wilayah. “Karena itu kami ingin membangun pola pengamanan berbasis kolaborasi antara Polri, desa adat, dan masyarakat. Melalui aplikasi Cakrawasi, Digital Jaga Baya, dan layanan 110, kami berharap masyarakat semakin mudah berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)










