Ketua DPRD Tabanan saat melihat langsung kondisi Lapangan Penebel. (BP/istimewa)

 

SINGASANA, BALIPOST.com – Lapangan Penebel yang digadang-gadang menjadi ruang publik representatif di Kecamatan Penebel mendapat sorotan masyarakat. Belum genap setahun rampung ditata dengan anggaran Rp2,2 miliar, kawasan yang berada dekat SMAN 1 Penebel itu kini terlihat kurang terawat dan dipenuhi rumput liar.

Kondisi tersebut bahkan sempat viral di media sosial. Jogging track yang sebelumnya menjadi ikon penataan nyaris tak terlihat lantaran tertutup rumput yang tumbuh tinggi.

Baca juga:  Normalisasi Sungai dan Bendung di Jembrana Terkendala Efisiensi Anggaran

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa turun langsung meninjau lokasi setelah ramai diperbincangkan masyarakat. Dari hasil pengecekan, dia mengaku prihatin melihat kondisi fasilitas yang baru selesai ditata pada akhir 2025 tersebut. “Setelah dicek memang kondisinya memprihatinkan. Jogging track sampai tidak terlihat karena tertutup rumput,” ujarnya, Kamis (21/5).

Arnawa menilai persoalan utama bukan hanya pembangunan, melainkan lemahnya perencanaan pemeliharaan pascaproyek selesai. Menurut dia, anggaran miliaran rupiah akan sia-sia jika fasilitas publik dibiarkan tanpa perawatan rutin.

Baca juga:  Bencana Lombok, BPBD Buleleng Usulkan Perbaikan Kerusakan Senilai Rp 29,9 Miliar

Dia pun meminta pemerintah daerah tidak sekadar fokus membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan anggaran pemeliharaan secara berkelanjutan agar fasilitas tetap bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Camat Penebel, I Putu Hendra Manik Mastawa mengatakan, pihak kecamatan sebenarnya sudah melakukan pembersihan berkala dengan melibatkan muspika, pemerintah desa, hingga pelajar. Namun, tingginya curah hujan di wilayah Penebel membuat rumput tumbuh cepat sehingga kawasan kembali terlihat semrawut dalam waktu singkat.

Baca juga:  Hari Pertama PPKM, Bali Catatkan Rekor Baru Tambahan Harian Kasus COVID-19!

Selain itu, aktivitas masyarakat di lapangan disebut belum maksimal karena penataan kawasan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah Kabupaten Tabanan bahkan masih merencanakan pengembangan lanjutan pada 2027.

Rencana tersebut meliputi pembangunan tribun, kamar mandi, lapangan basket, lapangan voli, hingga ornamen patung khas Tabanan guna menjadikan Lapangan Penebel sebagai pusat aktivitas masyarakat yang lebih representatif. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN