
SINGASANA, BALIPOST.com – DPRD Tabanan mendorong calon Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana diisi figur pengusaha muda yang energik, inovatif, dan memiliki jaringan bisnis luas. Harapan tersebut disampaikan menyusul persiapan rekrutmen direksi baru pascaberakhirnya masa jabatan direktur utama per 9 April 2026 lalu yang kini sementara diisi pelaksana tugas.
Anggota Komisi 1 DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi menegaskan, proses seleksi direksi perumda harus mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana.
Menurutnya, seleksi tidak sekadar memenuhi administrasi, namun benar-benar menempatkan figur yang memiliki portofolio usaha kuat, konsisten, sehat, dan mampu membawa perubahan nyata bagi perumda.
Ia menilai Tabanan memiliki banyak generasi muda yang sudah terbukti sukses mengelola usaha serta memiliki akses dan jejaring bisnis yang luas. Sosok seperti itu dinilai penting karena tantangan perumda ke depan tidak hanya mengelola usaha konvensional, namun juga membuka pasar lebih luas hingga tingkat Bali bahkan nasional.
Menurutnya, Perumda Sanjayaning Singasana kini telah memiliki sejumlah klaster usaha strategis, mulai dari pertanian, pengembangan usaha, hingga pengelolaan destinasi wisata daerah. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memahami medan bisnis, cepat membaca peluang pasar, dan mampu menghadirkan inovasi. “Anak muda sekarang punya gerak cepat, paham segmen pasar, tahu persoalan dan kendala di lapangan, serta bisa menghadirkan inovasi,” ujarnya, Senin (18/5).
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pengisian jabatan definitif direktur utama agar perumda tidak terlalu lama dipimpin pelaksana tugas direktur utama. Pasalnya, dalam waktu dekat terdapat sejumlah potensi usaha yang akan digarap, termasuk pengelolaan destinasi wisata daerah dan sektor produksi berbasis pertanian.
Salah satu peluang besar yang disoroti yakni rencana keberadaan rice milling unit (RMU) di Tabanan. Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga dinilai bisa menjadi ladang bisnis baru bagi perumda melalui kolaborasi teknologi dan korporasi. Apalagi masyarakat kini mulai terbiasa memilah sampah dari rumah sehingga tinggal dibangun ekosistem bisnis pengelolaannya.
Dewan pun berharap perubahan nama dan struktur Perumda Sanjayaning Singasana benar-benar diikuti perubahan kinerja dan terobosan usaha, bukan sekadar berganti nama tanpa perkembangan berarti. (Puspawati/balipost)










