Distribusi air bersih di Kelurahan Banyuasri. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mulai melaksanakan perbaikan dan pengkopelan jaringan transmisi utama dari Mumbul menuju Reservoir Tegal Sari sejak, Senin (11/5). Proyek penataan jaringan ini diperkirakan berdampak pada gangguan distribusi air bersih selama tiga hari, hingga 13 Mei 2026.

Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, saat dikonfirmasi, Selasa (12/5), menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan bertahap dimulai dari jalur transmisi Mumbul, kemudian dilanjutkan ke titik nol Kota Singaraja di sebelah timur Kantor Bupati Buleleng.

Pada hari pertama pengerjaan, gangguan layanan mulai dirasakan pelanggan sejak sore hari di sejumlah wilayah. Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, pihak Perumda telah menyalurkan suplai air bersih menggunakan mobil tangki hingga malam hari, dengan total sekitar 10 tangki air.

Baca juga:  Sampah Tak Lagi Ditangani DLHK, Retribusi Masih Dipungut

“Pagi ini pengerjaan masih berlangsung di transmisi Mumbul untuk pengkopelan. Jika selesai siang ini, sore hingga malam dilanjutkan ke titik nol Kota Singaraja. Kami siapkan empat armada mobil tangki untuk suplai air bersih ke pelanggan terdampak,” ujarnya.

Selama proses pengerjaan, pasokan air ke Reservoir Tegal Sari hanya mencapai sekitar setengah dari kapasitas normal. Hal ini disebabkan salah satu jalur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mumbul 1 sedang diperbaiki, sementara distribusi hanya mengandalkan SPAM Mumbul 2.

Baca juga:  TPA Sente Ditutup, Klungkung Andalkan TOSS Karangdadi Tangani Sampah di Perkotaan

Wilayah yang berpotensi mengalami gangguan layanan meliputi Paket Agung, Banjar Tegal, Liligundi, Kampung Singaraja, Astina, Kendran, Banjar Jawa, Banjar Bali, Kampung Baru, Kampung Kajanan, Kampung Anyar, Kampung Bugis, Kaliuntu, Banyuasri, Bakti Seraga, Pemaron, Tukadmungga, Anturan, Kalibukbuk, hingga Kaliasem. Jumlah pelanggan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu sambungan, meski gangguan disebut tidak merata karena tergantung sistem aliran jaringan.

Made Lestariana menambahkan, normalisasi distribusi air diperkirakan memerlukan waktu tambahan setelah pekerjaan selesai, mengingat sejumlah pipa akan kosong dan berpotensi mengalami hambatan udara.
“Biasanya setelah pengerjaan selesai, perlu waktu untuk normalisasi karena ada angin dalam pipa. Diperkirakan distribusi air kembali merata secara bertahap hingga malam berikutnya,” jelasnya.

Baca juga:  Kebakaran Rumah, Kerugian Ratusan Juta

Perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kota Singaraja sekaligus pemindahan jalur pipa yang sebelumnya melintang dan dinilai kurang dalam. Selain memperbaiki jalur eksisting, proyek ini juga bertujuan meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih ke pelanggan.“Perumda Tirta Hita memastikan pelanggan terdampak akan mendapat kompensasi suplai air bersih melalui layanan mobil tangki selama proses berlangsung,” jelas Lestariana. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN