Warga Desa Cempaga melakukan kegiatan penambalan jalan secara swadaya. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, bergotong royong menambal jalan kabupaten yang rusak parah secara swadaya, Minggu (10/5). Perbaikan dilakukan karena jalan tersebut belum tersentuh perbaikan pemerintah selama bertahun-tahun.

Perbekel Desa Cempaga, Putu Suarjaya, saat ditemui, Senin (11/5), mengatakan terdapat dua titik jalan kabupaten yang diperbaiki oleh warga. Pertama berada di Banjar Dinas Desa, yakni ruas jalan penghubung Cempaga menuju Denpasar yang mengalami kerusakan parah sepanjang kurang lebih 30 meter. Jalan tersebut kemudian ditambal sekaligus dibetonisasi menggunakan swadaya masyarakat.

“Perbaikan ini murni swadaya masyarakat bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Kondisinya memang sudah rusak cukup lama, sekitar tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di Banjar

Baca juga:  Penting, Edukasi Soal Manfaat Jaminan Sosial Sejak Dini

Dinas Corot pada ruas jalan penghubung Desa Cempaga menuju Desa Dencarik. Menurut Suarjaya, jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan belum pernah mendapatkan perbaikan sejak dirinya mulai menjabat sebagai perbekel pada tahun 2015.
“Jalan itu terakhir diaspal sekitar tahun 2000-an. Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan lagi, padahal setiap musrenbang selalu kami usulkan,” katanya.

Ia menjelaskan, total panjang ruas jalan di Banjar Dinas Corot mencapai sekitar tiga kilometer dan banyak mengalami kerusakan di sejumlah titik. Karena keterbatasan biaya, warga bersama pemerintah desa melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang rusak parah agar tetap bisa dilalui masyarakat.

Untuk pengerjaan di Banjar Dinas Corot, Suarjaya mengaku menggunakan dana pribadi, sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh warga. Bahkan, alat berat yang digunakan juga merupakan bantuan dari warga sekitar agar proses pengerjaan lebih cepat. “Setiap tahun sebenarnya kami lakukan penambalan secara swadaya dan urunan warga. Warga lebih banyak membantu tenaga karena kemampuan terbatas,” jelasnya.

Baca juga:  Wujudkan Visi Dunia Hijau dari Indonesia, Arsjad Rasjid Temui Paus Fransiskus

Menurutnya, pemerintah desa saat ini mengalami kendala untuk mengalokasikan dana desa bagi kegiatan fisik, termasuk perbaikan jalan kabupaten. Sebab, anggaran dana desa kini lebih banyak diprioritaskan untuk program posyandu, ketahanan pangan, dan pendidikan.

“Kalau dulu jalan pertanian atau jalan desa masih bisa dianggarkan. Sekarang ada aturan baru sehingga kegiatan fisik sangat terbatas. Ini juga menjadi kendala hampir di semua desa,” ungkapnya.

Suarjaya menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan jalan secara global di wilayah Desa Gobleg, Desa Pedawa,Desa Dencarik, Desa Tampekan, Desa Sidatapa,Desa Cempaga hingga  Desa Temukus. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan proyek tersebut.

Baca juga:  Perbaikan Pura Lempuyang Madya Dianggarkan Rp 31 Miliar Lebih

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan terhadap aset jalan kabupaten yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jalan kabupaten ini. Kalau hanya mengandalkan swadaya tentu hasilnya tidak maksimal. Tetapi masyarakat tetap berkomitmen bergotong royong sebisa mungkin,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong perbaikan jalan tersebut rencananya akan terus dilanjutkan setiap minggu sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur desa. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN