Arsjad Rasjid berbincang dengan Paus Fransiskus. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pengusaha yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid bertemu Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus belum lama ini. Pertemuan keduanya dilakukan terkait upaya mewujudkan visi dunia yang hijau dan berkelanjutan lewat Gerakan 5P (5P Movement) yang akan diluncurkan pada Kamis (7/9).

Tak hanya Paus Fransiskus, Presiden COP-24 dan mantan Menteri Iklim dan Lingkungan Polandia juga merupakan pendukung penuh Gerakan 5P ini. Bahkan, terlibat langsung dalam dialog tiga pihak pada November tahun lalu dalam merumuskan lima prinsip utama (5 Principles) tersebut, yakni Peace (Perdamaian), Prosperity (Kesejahteraan), People (Masyarakat), Planet (Bumi), dan Partnership (Kolaborasi inklusif).

“Vatican memiliki peran sentral dalam dialog kemanusiaan dan lingkungan yang menjangkau
seluruh dunia, termasuk berkomunikasi secara intens dengan masyarakat global lintas suku,
agama, dan ras. Kerja sama dengan Vatican akan membawa Gerakan 5P menjadi kiblat global dalam mengkampanyekan masa depan dunia yang lebih baik dari Indonesia,” ujar Arsjad dikutip dari rilisnya.

Baca juga:  Konvensi ALB Kadin Tak Dapat Izin Penyelenggaraan, Munas Terancam Batal

Arsjad mengatakan, 5P tidak sekedar slogan, tetapi lahir dari keutamaan masyarakat Indonesia, yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Perdamaian yang ditunjukkan Indonesia harus menjadi contoh bagi dunia dalam mengelola berbagai perbedaan.

Ia mengatakan Indonesia juga memiliki potensi sebagai pemimpin global dalam transisi energi bersih. Hal ini karena Indonesia memiliki kekayaan energi baru terbarukan, termasuk komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission, salah satunya dengan mengedepankan kendaraan listrik. “Gerakan 5P Indonesia berangkat dari keprihatinan terhadap pemanasan global, peperangan, dan tindakan ketidakadilan yang tiranik, yang membutuhkan aksi nyata, bersumber pada nilai-nilai moral, spiritual, dan agama. Semua agama bersumber pada ajaran mengasihi sesama dan dunia, dan itulah pintu masuk untuk membangun komitmen bersama dalam memerangi pemanasan global, perang, dan ketidakadilan yang masih terjadi,” katanya didampingi Ketua Yayasan 5P William Syahbandar, CEO Indika Foundation Aziz
Armand, dan Managing Director Ilectra Motor Group Rainier Haryanto.

Baca juga:  Setra Adat Besakih Longsor Diguyur Hujan, Nyaris Amblaskan Kuburan Pegawai Dishub Meninggal Disengat Tawon 

Arsjad, yang juga CEO Indika Group sekaligus mendonasikan 10 unit Alva Cervo Motor, kendaraan listrik roda dua, dalam rangka mengkampanyekan transisi energi bersih melalui pemanfaatan kendaraan listrik di lingkungan kepausan di Vatican, Roma, Italia. Selain untuk Vatican, Alva Motor juga terlibat dalam kampanye “10.000 kilometeres for good
energy,” dalam rangka mempromosikan COP-28, yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Paus Fransiskus menekankan pentingnya gerakan 5P pada saat ini. Ia
mendukung penuh kelanjutan gerakan tersebut.

Baca juga:  Bali akan Jadi Tuan Rumah World Water Forum di 2024

Paus Fransiskus juga menekankan pentingnya transisi yang adil dalam bidang energi. Untuk diketahui, Vatikan adalah salah satu negara pertama yang mengadopsi kebijakan transformasi transportasi menjadi ramah lingkungan, dan Paus Fransiskus adalah Paus pertama yang secara resmi berbicara tentang manfaat kendaraan listrik. (kmb/balipost)

BAGIKAN