Kapuslitbang Polri dipimpin Brigjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa saat pembukaan penelitian optimalisasi pemberantasan korupsi.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri dipimpin Brigjen Pol. Ruddi Setiawan bersama timnya melaksanakan kunjungan kerja di Polda Bali, Senin (4/4). Puslitbang Polri akan melaksanakan penelitian optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam pertemuan tersebut Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa menegaskan, upaya pemberantasan tindak pidana korupsi serta dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Brigjen Astawa menyampaikan penunjukan Polda Bali sebagai lokasi penelitian Puslitbang Polri menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan penguatan kinerja kepolisian. Terutama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi serta dukungan terhadap program nasional MBG.

Baca juga:  Ketua LPD Mendoyo Dangin Tukad Ditahan, Diduga Korupsi Rp2,1 Miliar

Wakapolda menjelaskan, selama periode 2023 hingga 2025, Polda Bali dan jajarannya menangani 95 kasus korupsi dengan berbagai modus. Mulai dari penyalahgunaan anggaran, mark-up pengadaan barang dan jasa, hingga praktik suap perizinan. Selain itu, pihaknya terus mendukung program MBG melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saat ini telah tersedia 17 unit SPPG, 13 unit sudah beroperasi dan menjangkau sekitar 36.000 penerima manfaat,” ujarnya.

Baca juga:  Tersangka Terorisme di Batu Terpapar Propaganda dan Berencana Lakukan Bom Bunuh Diri

Sementara itu, Brigjen Ruddi yang juga mantan Kapolresta Denpasar ini mengapresiasi Polda Bali atas dukungan terhadap pelaksanaan penelitian yang berlangsung pada 4 hingga 7 Mei 2026.

Penelitian tersebut difokuskan pada optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi dari aspek sumber daya manusia, mindset personel, dan kelembagaan, serta penguatan peran Polri dalam mendukung program MBG menuju Indonesia Emas 2045.(Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN