
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung menyiapkan anggaran promosi sebesar Rp 900 juta pada 2026 untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Anggaran ini menjadi kunci dalam mengarahkan strategi baru yang lebih fokus pada kualitas wisatawan dibandingkan sekadar jumlah kunjungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Badung, Ni Kadek Ari Armaeni, menegaskan bahwa penggunaan anggaran tersebut difokuskan pada program promosi yang tepat sasaran.
“Strategi promosi kini tidak lagi berorientasi pada jumlah kunjungan semata, melainkan kualitas wisatawan yang datang ke Badung, termasuk dari Jepang,” terang Ari Armaeni, Minggu (26/4).
Ia menjelaskan, alokasi dana promosi tersebut akan digunakan untuk menjangkau pasar potensial dengan daya beli tinggi, salah satunya Jepang yang telah masuk agenda promosi pada Mei mendatang. Pasar ini dinilai mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih signifikan bagi Badung.
Tak hanya promosi ke luar negeri, anggaran tersebut juga diarahkan untuk mendukung kegiatan kunjungan travel agent ke Badung.
Para pelaku industri pariwisata dari dalam dan luar negeri akan diajak melihat langsung potensi destinasi yang ada, khususnya di wilayah Badung Utara. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan yang selama ini masih terpusat di kawasan Badung Selatan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa dampak ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Selama ini pariwisata masih terkonsentrasi di Badung Selatan. Sekarang kita dorong pengembangan ke wilayah utara, terutama desa wisata, dan produk kerajinan yang belum banyak tersentuh,” ujarnya.
Selain itu, sebagian anggaran juga mendukung partisipasi Badung dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) pada akhir Mei. Event ini menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata lokal dengan buyer internasional serta membuka peluang kerja sama baru.
Dengan pemanfaatan anggaran yang lebih terarah, Dispar Badung optimis sektor pariwisata akan tetap tumbuh dan memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan global.
“Dengan kombinasi strategi promosi yang lebih fokus, diversifikasi pasar, serta pengembangan destinasi baru, kami optimistis sektor pariwisata tetap tumbuh dan memiliki daya saing yang kuat ke depan,” terangnya.
Kegiatan pada Mei, diakui Ari Armaeni cukup banyak, salah satunya mengagendakan promosi ke Jepang, kemudian mengundang travel agent ke destinasi wisata dan juga mengikuti event BBTF. “Ini semua untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










