AA Ngurah Bayu Kumara Putra. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kerusakan jalan akibat bencana alam di Badung akhirnya mulai ditangani. Tahun 2026 ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Badung menargetkan perbaikan di 37 titik dengan anggaran miliaran rupiah. Pada tahun 2026, sebanyak 37 titik menjadi prioritas pengerjaan dengan total anggaran mencapai Rp 11,77 miliar lebih.

Kepala Dinas Perkim Badung, Anak Agung Ngurah Bayu Kumara, mengatakan saat ini proses tender masih berlangsung. Perbaikan fisik akan segera dimulai setelah tahapan tersebut rampung. “Masih proses di UKPBJ, minggu depan perkiraannya sudah selesai tendernya,” ujar Bayu Kumara, Minggu (19/4).

Baca juga:  Gunung Agung Erupsi, Sirine BNPB Tak Difungsikan

Ia menjelaskan, kerusakan yang ditangani tidak hanya pada badan jalan, tetapi juga mencakup senderan jalan dan sistem drainase. Namun, dari total 37 titik, beberapa di antaranya masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau dokumen perencanaan teknis.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalan di Perumahan Boundary Garden, Banjar Dama, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Lokasi ini sebelumnya dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus aliran sungai.

Bayu Kumara memastikan titik tersebut sudah masuk dalam daftar perbaikan dan akan dikerjakan dalam waktu relatif singkat. “Kalau di titik Boundry Garden dikerjakan hanya dua minggu, tapi kalau seluruh Badung jadwalnya enam bulan,” ungkapnya.

Baca juga:  Diduga Telur Ayam Afkiran Dijual Murah, Peternak di Jembrana Mengeluh

Untuk penanganan di Boundary Garden, Perkim Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 46,5 juta lebih. Perbaikan difokuskan pada pemulihan kondisi jalan yang terdampak erosi di sisi sungai, agar tidak semakin melebar dan membahayakan akses warga.

Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan kondisi jalan tersebut sejak November 2025. Kerusakan yang terus memburuk membuat warga khawatir, mengingat posisi jalan berada tepat di tepi aliran sungai.

Baca juga:  Bantuan Bencana Alam Harus Libatkan BPK dan KPK

Seorang warga mengaku telah melaporkan kondisi itu melalui pemerintah Desa Tibubeneng sejak akhir tahun lalu. Namun hingga kini, informasi terkait tindak lanjut perbaikan belum diterima. “Kalau tidak salah bulan Desember sudah dilaporkan, tapi belum ada update (informasi terbaru terkait perbaikan jalan),” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan dimulainya proses tender dan rencana pengerjaan dalam waktu dekat, warga berharap perbaikan dapat segera terealisasi agar akses jalan kembali aman dan nyaman digunakan.(Parwata/balipost)

BAGIKAN