Suasana pasar tradisional di wilayah Kabupaten Tabanan. (BP/dok)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Tabanan pada awal April 2026 menunjukkan tren fluktuatif. Sejumlah komoditas turun akibat melemahnya permintaan, sementara lainnya naik dipicu distribusi yang belum lancar serta faktor cuaca.

Berdasarkan hasil monitoring harga pasar per Senin (6/4), kacang panjang tercatat turun dari Rp 14.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram atau turun 29 persen. Jeruk juga mengalami penurunan dari Rp 20.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram atau turun 20 persen.

Baca juga:  Harga Garam Kalahkan Gula Pasir

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan penurunan harga dipengaruhi turunnya permintaan di pasar. “Permintaan menurun, sehingga harga ikut terkoreksi,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Tomat naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram atau naik 33 persen. Cabai rawit merah naik dari Rp 75.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram (7 persen), gula pasir dari Rp 17.500 menjadi Rp 18.500 (6 persen), serta minyak goreng curah dari Rp 20.000 menjadi Rp 21.000 per kilogram (5 persen).

Baca juga:  Kakanwil Tunjuk Rutan Ini, Tangani Napi COVID-19

Menurut Sukanada, kenaikan harga gula pasir dan minyak goreng curah dipicu distribusi yang belum lancar pascahari besar keagamaan. Sementara kenaikan cabai rawit disebabkan produksi menurun akibat cuaca.

“Distribusi masih belum lancar karena pengaruh hari besar keagamaan, sedangkan cabai naik karena produksi menurun akibat cuaca,” jelasnya.

Ia menambahkan, fluktuasi harga ini masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.(Puspawati/balipost)

Baca juga:  Jelang Galungan, Harga Pisang Mulai Meroket

 

BAGIKAN