
NEGARA, BALIPOST.com – Pengembangan pembangunan di Kecamatan Melaya dan Gilimanuk yang sudah mulai dilakukan, diproyeksi akan menambah kebutuhan air bersih. Selain batalyon baru yang tengah dirintis, sejumlah rencana pembangunan juga akan dilakukan seperti relokasi lembaga permasyarakatan, sekolah, hingga investasi.
Untuk saat ini, kebutuhan air bersih yang dikelola PDAM masih dapat di-cover dari Gilimanuk. Namun untuk ke depan, bila sejumlah rencana pengembangan wilayah itu dilakukan, pasokan air bersih dipastikan tak mencukupi.
Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan, Minggu (29/3), mengatakan, rencana jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih wilayah tersebut adalah dari pasokan air sistem air bersih (SPAM) dari Bendungan Titab, Busungbiru, Buleleng.
“Untuk batalyon baru, masih bisa kita cover. Namun ke depan dengan sejumlah rencana pembangunan di wilayah barat seperti lapas, sekolah rakyat, dan polo berkuda, kita rencanakan distribusi dari Titab,” katanya.
SPAM tersebut merupakan program pemerintah pusat, dan untuk IPA (instalasi pengolahan air) di Gilimanuk. Saat ini SPAM memang belum dibangun. Namun, dari distribusi air bersih Bendungan Titab, Gilimanuk rencananya akan mendapatkan kapasitas air 50 liter per detik. Ketika pasokan itu tersedia, maka dapat memenuhi kebutuhan di Melaya.
Di Gilimanuk, PDAM Tirta Amertha Jati memiliki lahan untuk penampungan air yang nantinya dapat digunakan untuk suplai air ke Melaya. Untuk saat ini, batalyon baru di wilayah Cekik, Gilimanuk, kebutuhan air bersihnya masih dapat terpenuhi dari jaringan yang sudah ada.
Sedangkan untuk pengembangan pembangunan dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Pelabuhan Perikanan Pengambengan, di selatan Kota Negara, PDAM bekerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan SPAM. Dari pengolahan air tersebut, direncanakan dapat menyuplai air bersih di kawasan industri perikanan tersebut hingga 110 liter per detik. (Surya Dharma/balipost)










