Foto udara kepadatan kantong parkir Terminal Kargo Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (18/3/2026). Kepadatan terjadi menjelang penutupan sementara aktivitas penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Bali yang bertepatan dengan puncak arus mudik Idul Fitri 2026. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan berdiskusi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi terkait Pelabuhan Gilimanuk, Bali yang sempat terjadi antrean panjang saat musim mudik Lebaran tahun ini.

“Cuma kemarin yang jadi masalah di Gilimanuk. Nanti kita akan diskusi dengan Pak Menteri Perhubungan ke depan seperti apa, apakah perlu tambah dermaga segala macam,” ujar Dody saat ditemui setelah menghadiri kegiatan halalbihalal di Kementerian PU, Jakarta pada Rabu (25/3) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Sepuluh Kota Paling Ramah di Dunia, Nomor 8 Ada di Klungkung

Dirinya akan membahas secara rinci terkait persoalan di Gilimanuk dengan Menteri Perhubungan.

“Kita nanti akan diskusi lebih detail lagi dengan Pak Menteri Perhubungan tentang Gilimanuk khususnya,” kata Dody.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memaksimalkan layanan demi mengurai antrean padat kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sehingga arus tetap bergerak lancar selama periode Lebaran 1447 Hijriah.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan, arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak, meskipun antrean kendaraan terpantau padat pada periode Lebaran 2026 ini.

Baca juga:  Polisi Awasi Rumah Kosong Ditinggal Mudik

Dia menyampaikan kepadatan dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk-Ketapang serta Padangbai-Lembar dalam rangka Hari Raya Nyepi pada 18-20 Maret 2026.

Selain tingginya volume kendaraan menuju pelabuhan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi oleh dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk, termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya.

Baca juga:  Sambut Lebaran, Kemenhub Siapkan 532 Pesawat

Dia menuturkan melalui berbagai langkah percepatan layanan, antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 36 kilometer, kini mulai berangsur terurai dan terpantau padat mengalir dengan panjang antrean sekitar 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Ia menegaskan perseroan mengerahkan seluruh kapasitas operasional guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN