
SINGARAJA, BALIPOST.com – Banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng mengakibatkan ratusan warga terdampak. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 253 kepala keluarga (KK) di Desa Banjar mengalami dampak langsung dari bencana tersebut.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat meninjau lokasi pada Minggu (8/3) menginstruksikan seluruh tim gabungan penanggulangan bencana untuk bergerak cepat melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pencarian korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Sutjidra, tercatat ada lima kecamatan yang mengalami dampak bencana yakni Kecamatan Seririt, Sukasada, Busungbiu, dan Sawan dan Kecamatan Banjar. Terparah menurutnya, terjadi di Kecamatan Banjar. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan gotong royong untuk mempercepat penanganan bencana.
Pemerintah juga mengerahkan alat berat dari dinas pekerjaan umum provinsi dan kabupaten untuk membantu proses pembersihan material banjir.
“Kami mengerahkan seluruh tim gabungan untuk bergerak cepat membantu masyarakat dan melakukan pencarian korban. Penanganan tanggap bencana juga akan terus dikoordinasikan agar lebih efektif,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga telah mendirikan sejumlah posko penanganan bencana dan pengungsian. Posko didirikan di Polsek Banjar dan dan Kantor Kecamatan Seririt untuk memudahkan pendataan warga terdampak.
“Fasilitas darurat seperti tenda pengungsian, kamar mandi, dan dapur umum juga akan disiapkan,” paparnya.
Sutjidra menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait mitigasi bencana, mulai dari wilayah hulu hingga hilir sungai. Ia menilai banjir bandang yang terjadi merupakan siklus tahunan, namun dampaknya kali ini cukup besar sehingga perlu langkah penanganan yang lebih komprehensif.
Pemkab Buleleng juga berencana menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sebelumnya sekitar Rp5 miliar untuk mempercepat proses penanganan bencana dan rehabilitasi.
“Kami utamakan pencarian korban terlebih dahulu. Setelah itu akan dilanjutkan dengan rehabilitasi serta perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak. Warga yang kehilangan rumah akan didata untuk proses perbaikan atau rehabilitasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan secara keseluruhan terdapat lima kecamatan terdampak dengan total 94 kejadian bencana yang tercatat hingga saat ini.
“Jumlah masyarakat yang terdampak ringan mencapai sekitar 511 KK. Khusus di Desa Banjar, tercatat 253 KK terdampak, terutama yang tinggal di sekitar aliran Sungai Medaum,” jelasnya.
BPBD juga memastikan kebutuhan air bersih bagi warga terus dipenuhi. Saat ini distribusi air bersih dilakukan di enam titik menggunakan truk tangki yang dikerahkan bersama BPBD Provinsi Bali dan PMI.
Beberapa desa yang turut mengalami dampak bencana antara lain Banjar Tegeha, Banjar Sekar, Banjar Ambengan Desa Banjar, Desa Dencarik Kecamatan Seririt dan Desa Tirtasari Kecamatan Busungbiu.
“Setiap hari kebutuhan air bersih masyarakat mencapai sekitar 30 ribu liter bahkan lebih. Jika kebutuhan meningkat, suplai akan terus ditambah,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)









