Witana tak kuasa menahan sedih saat ditemui Bupati Buleleng.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Bencana banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Ketut Witana. Istri dan dua anaknya menjadi korban setelah rumah mereka diterjang luapan Sungai Mendaum.

Saat ditemui di kediamannya di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar pada Minggu (8/3), Witana tak kuasa menahan air mata ketika rombongan Bupati Buleleng datang meninjau lokasi kejadian. Ia menuturkan, saat banjir bandang terjadi dirinya sedang mengevakuasi sang ayah yang tengah sakit.

Baca juga:  Tewas Tertembak Pistol Polisi, Keluarga Korban Belum Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu, istri dan kedua anaknya berada di dalam kamar rumah mereka. Witana berhasil menyelamatkan ayahnya. Namun, ia tidak sempat menolong istri dan anak-anaknya yang terjebak saat banjir datang secara tiba-tiba.

“Istri terjebak bersama anak-anak. Semoga cepat ditemukan,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan keponakan korban, Putu Sri Sutarini. Ia menuturkan salah satu korban, Putu Wini (17), sempat menghubungi sejumlah kerabat untuk meminta pertolongan saat banjir terjadi. Namun tak disangka, usai menelpon, Ia dan adiknya juga terseret arus.

Baca juga:  Ditangkap di Gilimanuk Saat Hendak Kabur ke Jawa, Begini Kronologi Pembacokan

“Sempat menelepon minta tolong. Teleponnya sempat tersambung dengan pak kadus, teman-teman, dan bibinya,” jelasnya.

Akibat derasnya arus banjir, rumah keluarga tersebut mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat ditempati lagi.

Dalam peristiwa tersebut, Komang Suci (44) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12), hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Dua SD di Buleleng Terdampak Bencana, Kerusakan Capai Ratusan Juta Rupiah
BAGIKAN