Seorang warga melihat kondisi sampah yang ada didalam Teba Modern di Denpasar. Teba modern ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seperti saat penyelenggaraan Denpasar Festival (Denfest) 2025, waste management juga diterapkan pada Denpasar TIK Festival (DTIK Fest) 2026. Ada 15 teba modern yang menampung sampah organik, sementara sampah anorganik dibawa ke bank sampah.

Waste management ini dilaksanakan atas kerjasama Komunitas Eling Ring Pertiwi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar serta relawan yang datang dari siswa di Denpasar.

Ketua Koordinator Komunitas Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, Sabtu (28/2) mengaku optimis keberhasilan pengelolaan sampah pada DTIK Fest 2026 yang tidak akan ada sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Optimisme tersebut berkaca pada keberhasilan pengelolaan sampah saat Denfest 2025 lalu yang menerapkan konsep zero waste to TPA.

Baca juga:  Dituding Masuk Angin Karena Lambat Eksekusi Pelanggaran, Ini Kata Satpol PP Bali

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dari sumbernya. Pada DTIK Fest 2026, konsep penanganan sampah akan mengadopsi pola serupa dengan Denfest ke-18 sebelumnya.

Dengan estimasi kunjungan mencapai 15 ribu orang, panitia menyiapkan dua sistem utama, yakni waste department sebagai pusat informasi di Youth Park dan enam station dengan tujuh kategori pemilahan sampah. Selain itu, disiapkan 15 teba modern untuk menampung sampah organik.

Baca juga:  Kadis KLH Bali: TPA Suwung Tetap Tutup untuk Sampah Organik

“Dengan estimasi 15 ribu pengunjung, 15 teba modern ini seharusnya mencukupi untuk menangani sampah organik selama event. Kalau berkaca dari Denfest dengan kunjungan 75 ribu kunjungan, teba modern yang terisi hanya 13 unit,” jelasnya.

Selama pelaksanaan festival, sebanyak 196 relawan akan diterjunkan untuk mendukung pengelolaan sampah. Pada hari pertama sampah organik yang sudah dipilah kata Agung Ngurah langsung dibawa ke teba modern di sekitar Taman Kota Lumintang. Sementara anorganik dibawa ke bank sampah oleh DLHK Kota Denpasar.

Baca juga:  Ratusan Sekolah di Tabanan Sudah Dilengkapi Teba Modern

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa sebelumnya menekankan, setiap kegiatan berskala besar di Kota Denpasar harus menerapkan pola pengelolaan sampah yang ketat. “Skala besar kegiatan-kegiatan yang kita selenggarakan di Kota Denpasar ini, nol persen sampah yang keluar dari festival atau kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Arya Wibawa, berdasarkan hasil survei, sebanyak 30 persen warga Kota Denpasar telah memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah. Hal ini dinilai menjadi modal awal yang baik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara masif. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN