
DENPASAR, BALIPOST.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Denpasar dan sekitarnya, membuat banjir di beberapa wilayah, pada Selasa (24/2). Penanganan masih terpantau berlanjut, pada Rabu (25/2/) yang beberapa titik masih tergenang.
Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat diwawancarai mengatakan, tim sudah berada di lapangan sejak tiga hari sebelumnya untuk mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi. Sejumlah mesin penyedot juga telah dioperasikan guna mempercepat surutnya genangan.
Menurutnya, permasalahan banjir di Denpasar tidak lepas dari kondisi geografis yang memiliki tiga titik cekungan utama, yakni Jalan Bumi Ayu, Jalan Pura Demak, serta kawasan Jalan Mekarjaya di Pemogan. Ketiga wilayah tersebut setiap kali terjadi hujan deras hampir dipastikan terdampak genangan.
“Di Kota Denpasar ada tiga daerah cekungan. Di Bumi Ayu kondisinya seperti penggorengan, sehingga saat curah hujan tinggi air mudah terkumpul. Selain itu, ada Pura Demak dan Mekarjaya, Pemogan yang juga menjadi langganan genangan,” ujarnya.
Untuk penanganan di Bumi Ayu, Pemkot Denpasar telah menyiagakan tiga unit alat penyedot air. Peralatan tersebut merupakan dukungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Kota Denpasar. Meski demikian, genangan di wilayah tersebut sempat terjadi dan bertahan sekitar satu hari akibat tingginya intensitas hujan.
Sementara itu, di kawasan Pura Demak dan Mekarjaya, Pemogan, pemerintah telah melakukan pembuatan sodetan guna memperlancar aliran air. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya dampak genangan dibandingkan sebelumnya.
“Di Pura Demak sudah bisa kita kurangi dampaknya. Di Mekarjaya-Pemogan juga kita sudah buat sodetan-sodetan. Yang belum bisa kita tuntaskan 100 persen memang di Bumi Ayu,” jelasnya.
Pemkot Denpasar memastikan penanganan banjir akan terus dilakukan secara bertahap, khususnya di titik-titik cekungan yang menjadi prioritas saat musim hujan. Selain penanganan darurat, langkah jangka panjang juga disiapkan guna meminimalkan potensi genangan di masa mendatang. (Widiastuti/balipost)










