Wabup Badung Bagus Alit Sucipta menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, bukan hanya pembersihan di hilir, demi lingkungan bersih dan pariwisata berkelanjutan.(BP/istimewa)

 

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika penanganannya hanya difokuskan pada pembersihan di hilir. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel Peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026 di Pantai Kelan, Kuta, Jumat (27/3).

Dalam arahannya, Wabup menekankan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah dengan menitikberatkan pada penanganan dari sumber. Ia menilai, selama ini upaya pembersihan yang dilakukan di hilir hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

Baca juga:  Lima Bulan, Terjadi 11.483 Kasus Gigitan HPR di Bali

“Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Wabup langsung menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah agar bergerak aktif. Mulai dari camat, perbekel atau lurah hingga bendesa adat diminta mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah masing-masing.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya pemerintah, peran dunia usaha dan masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mendukung perubahan perilaku pengelolaan sampah.

Baca juga:  Dipercaya Bisa Obati Sakit Medis dan Nonmedis, Pura Ini Ramai Dikunjungi

“Kami mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Salah satunya kontribusi RS Kasih Ibu yang dinilai aktif mendukung upaya pengurangan sampah melalui bantuan tong komposter kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan fondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan daerah.

Baca juga:  Bangkai Ikan Paus Bobot 10 Ton Terdampar di Pantai

Karena itu, Wabup mengajak seluruh masyarakat menjadikan aksi peduli lingkungan sebagai budaya dan gaya hidup sehari-hari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ia optimistis Badung mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan berkelanjutan.

Aksi hari ini diharapkan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN